Jelang Pemilu, Tabloid Bodong Marak Beredar Di Sukoharjo

Bawaslu Sukoharjo menunjukkan tiga tabloid bodong berisi profil caleg hingga pasangan capres dan cawapres yang beredar di Sukoharjo, Selasa (19/2/2019). (Solopos - Indah Septiyaning W.)
19 Februari 2019 22:15 WIB Indah Septiyaning Wardhani Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Tabloid tanpa identitas penerbit yang jelas alias bodong marak beredar di Kabupaten Sukoharjo menjelang Pemilu, April mendatang. Setelah tabloid Indonesia Barokah, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sukoharjo menemukan tiga tabloid serupa, yaitu Kerja, Suara Indonesia Raya, dan Setiadharma.

Komisioner Divisi Hukum dan Data Informasi Bawaslu Sukoharjo Muladi Wibowo memerinci tabloid Kerja beredar di wilayah Kecamatan Grogol, Suara Indonesia Raya beredar di Kecamatan Sukoharjo, dan Setiadharma di wilayah Polokarto.

"Konten tiga tabloid yang kami temukan itu sama seperti tabloid Indonesia Barokah. Produknya berisi profil calon anggota legislatif hingga calon presiden," katanya ketika dijumpai wartawan di kantor sekretariat Bawaslu Sukoharjo, Selasa (19/2/2019).

Berbeda dengan peredaran tabloid Barokah di masjid-masjid, dia mengatakan tiga tabloid yang ditemukan Bawaslu beredar saat kegiatan sosialisasi partai maupun calon tertentu. Substansi konten tabloid itu pun lebih banyak berisi kampanye positif.

Misalnya tabloid Setiadharma berisi profil calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Gerindra. Begitu pula dengan konten tabloid Kerja banyak mengulas tentang kinerja calon presiden (capres) petahana Joko Widodo.

Sementara Suara Indonesia Raya berisi tentang pasangan capres Prabowo Subianto dan calon wakil presiden (cawapres) Sandiaga Uno. "Substansinya lebih ke good campaign. Mengunggulkan masing-masing calon yang didukung baik pasangan nomor 01 maupun 02," katanya.

Disinggung mengenai dugaan pelanggaran, dia belum bisa menyebut peredaran tabloid tersebut sebagai pelanggaran kampanye. Sama halnya Bawaslu pusat saat menyikapi peredaran tabloid Barokah, tabloid yang beredar tersebut bukan produk jurnalistik.

Selain tidak ada nama maupun alamat penerbit, media tersebut hanya dibuat oleh para pendukung masing-masing calon. "Kami tidak bisa menindak beredarnya tabloid-tabloid itu. Kami juga belum bisa menemukan pelanggaran di sana," katanya.

Sebelumnya, Bawaslu Kabupaten Sukoharjo menemukan ratusan eksemplar tabloid Indonesia Barakoh beredar di ratusan masjid di Kabupaten Makmur. Tabloid 16 halaman ini di antaranya berisi artikel dengan judul 'Reuni 212: Kepentingan Umat atau Kepentingan Politik' dan 'Obor Rakyat, Asal Usul Fitnah Jokowi PKI dan Antek Asing'.

Ketua Bawaslu Bambang Muryanto memerinci peredaran tabloid Indonesia Barokah tersebar di 125 masjid di 11 kecamatan. Temuan langsung didata dan dilaporkan ke Bawaslu provinsi dan juga pusat.

Penyebaran tabloid Indonesia Barokah dikirimkan melalui jasa pos dan tiba di Sukoharjo pada Jumat (18/1/2019) lalu. Tabloid Indonesia Barokah tidak hanya ditemukan di Sukoharjo tapi juga beberapa daerah lain di Jawa Tengah dan Jawa Barat.