Ratusan Honorer K2 Sragen Berdesakan Demi Serahkan Berkas Seleksi PPPK

Sejumlah pegawai honorer eks K2 menyerahkan berkas kepada para petugas di dalam aula BKPP Sragen, Selasa (19/2/2019). (Solopos - Tri Rahayu)
19 Februari 2019 17:35 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Puluhan orang berjubel di depan pintu aula Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) di Jl. Veteran Sragen, Selasa (19/2/2019). 

Mereka antre memasuki aula untuk menyerahkan berkas lamaran pendaftaran seleksi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019. Mereka berasal dari kalangan guru, tenaga kesehatan, dan penyuluh pertanian yang dinyatakan memenuhi syarat (MS) dalam seleksi administrasi BKPP, Senin (18/2/2019) lalu.

“Hanya tujuh orang dulu yang masuk. 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7. Sudah cukup, tujuh dulu! Yang lainnya bersabar menunggu giliran,” ujar pegawai BKPP Sragen Trimanto sambil berdiri pintu aula yang dibuka separuh agar puluhan pegawai honorer eks kategori II (K2) itu tidak masuk berbarengan.

Ada 12 pegawai BKPP yang bertugas meneliti berkas di aula itu. Mita yang bekerja sebagai pegawai honorer eks K2 di SDN 4 Guworejo, Karangmalang, Sragen, menghadap pegawai paling ujung timur. 

Berkas dua amplop besar diserahkan kepada Darman, salah satu pegawai negeri sipil (PNS) yang bertugas menerima berkas. Darman menandatangani selembar kertas yang berisi nama, nomor registrasi, nomor induk kependudukan (NIK), tanggal lahir, dan jenis formasi. 

Selain itu, Darman juga memberi nomor urut pada kolom yang tersedia pada kertas tersebut. Kemudian kertas itu diserahkan kepada Mita sebagai syarat untuk mengikuti tes berikutnya.

“Saya mengajar Olahraga di SDN 4 Guworejo. Sejak 2005, saya mengajar di sana dan tidak pernah pindah. Ada enam guru honorer di sekolah itu, yakni tiga orang guru kelas, satu guru agama, satu penjaga sekolah, dan saya sendiri. Kami tertarik mendaftar PPPK agar kesejahteraan terjamin,” ujarnya saat berbincang dengan Solopos.com, Selasa siang.

Mita datang di BKPP pukul 10.00 WIB. Ia mulai antre untuk penyerahan berkas mulai pukul 11.30 WIB tetapi baru pada pukul 12.30 WIB bisa masuk ke aula untuk menyerahkan berkas karena antre. 

Demikian halnya dengan Dwi Susilowati, 41, perawat di Puskesmas Sukodono sejak 2003. Ia menyerahkan dua amplop besar kepada Kabid Perencanaan dan Pengadaan Pegawai BKPP Sragen, Dwi Agus Prasetyo, yang ikut membantu meneliti berkas. 

Agus membuka salah satu map berisi berkas asli. Selembar surat lamaran yang ditulis tangan dilihatnya dan ternyata menemukan tanda tangan bermeterai di bagian belakang.  “Lain kali tanda tangan bermeterainya diusahakan masih dalam satu halaman ya,” sarannya.

Dwi hanya tersenyum malu mendengar saran itu. Agus memberitahukan kepada Dwi agar hadir ke SMKN 2 Sragen untuk mengikuti computer assisted test (CAT) pada Sabtu-Minggu (23-24/2/2019).

BKPP Sragen membuka pendaftaran seleksi PPPK 2019 sejak Jumat (15/2/2019) pukul 15.00 WIB hingga Minggu (17/2/2019) dini hari. Total ada 643 orang yang memasukkan lamaran. 

Berdasarkan hasil seleksi administrasi pada Senin (18/2/2019), BKPP menemukan delapan pelamar  tidak memenuhi syarat (TMS). Tim BKPP Sragen melanjutkan tahapan pemberkasan pada Selasa untuk 635 orang pegawai honorer eks K2 yang memenuhi syarat (MS).