Penyebab 8 Eks Honorer K2 Sragen Tak Penuhi Syarat Ikut Seleksi PPPK

Sejumlah pegawai honorer eks K2 menyerahkan berkas kepada para petugas di dalam aula BKPP Sragen, Selasa (19/2/2019). (Solopos - Tri Rahayu)
19 Februari 2019 21:15 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sragen membuka pendaftaran seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 sejak Jumat (15/2/2019) pukul 15.00 WIB hingga Minggu (17/2/2019) dini hari. Total ada 643 orang yang memasukkan lamaran. 

Berdasarkan hasil seleksi administrasi pada Senin (18/2/2019), BKPP menemukan delapan pelamar tidak memenuhi syarat (TMS). Tim BKPP Sragen melanjutkan tahapan pemberkasan pada Selasa untuk 635 orang pegawai honorer eks K2 yang memenuhi syarat (MS), Selasa (19/2/2019). 

Penelitian berkas secara fisik dilaksanakan di Aula BKPP melibatkan 12 pegawai BKPP sejak pukul 09.00 WIB sampai selesai. Kabid Perencanaan dan Pengadaan Pegawai BKPP Sragen, Dwi Agus Prasetyo, ikut terlibat langsung dalam pemeriksaan berkas fisik tersebut. 

Di sela-sela penelitian berkas calon PPPK 2019 itu, Agus menjelaskan verifikasi administrasi secara online dilakukan pada Senin lalu kepada 643 orang pendaftar PPPK.

“Dari hasil verifikasi itu delapan orang pendaftar dinyatakan TMS karena pendidikan mereka tidak linier. Delapan orang yang TMS itu dari kalangan guru. Misalnya, pendaftar itu seorang honorer guru SD tetapi pendidikannya ternyata sarjana hukum [SH]. Ada juga guru SD ternyata pendidikannya masih D3 atau D2,” jelas Agus saat berbincang dengan Solopos.com, Selasa siang.

Agus menjelaskan BKPP sebenarnya mendapat database pegawai honorer eks K2 dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebanyak 724 orang untuk tiga bidang. Kendati demikian, kuota yang diajukan Pemkab Sragen hanya 689 lowongan PPPK. 

Usulan itu yang sudah disetujui BKN itu, kata Agus, didasarkan pada kondisi riil setelah berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah [OPD] terkait. “Jadi ada yang sudah meninggal dunia. Ada juga yang tidak aktif dan seterusnya,” ujarnya.

Selisih jumlah honorer eks K2 dari database BKN dengan kuota yang diusulkan sebanyak 35 orang. Kemudian jumlah kuota dengan jumlah pendaftar yang dinyatakan MS masih tersisa 54 lowongan yang tidak terisi. 

“Pendaftaran itu terhitung hanya tiga hari. Kami paling cepat membuka pendaftaran bila dibandingkan kabupaten/kota di Soloraya yang rata-rata mulai buka Sabtu-Minggu,” ujar Agus.

Agus menjelaskaan para pendaftar yang memenuhi syarat harus mengikuti computer assisted test (CAT) dengan model ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Dia membenarkan tes PPPK itu seperti UNBK anak-anak sekolah karena soal-soalnya diambilkan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan lokasi ujiannya berada di sekolah, yakni di SMKN 2 Sragen. “Tes dilaksanakan pada Sabtu-Minggu [23-24/2/2019],” ujarnya.

Kepala BKPP Sragen, Sarwaka, sempat meninjau kesiapan lokasi di SMKN 2 Sragen yang menjadi tempat tes PPPK. Seusai meninjau lokasi, Sarwaka menemui Agus dan mengajaknya untuk berkoordinasi terkait dengan rapat koordinasi dengan BKN pada Rabu (20/1/2019) ini. 

“Nanti minta ada beberapa anggota staf yang ikut rapat. Kami harus persiapan untuk teknisnya tes tersebut sambil menunggu petunjuk dari BKN,” ujarnya.