Peringatan Hari Pers Nasional di Klaten, Media Diharapkan Jadi Solusi

Pemimpin Redaksi Solopos, Suwarmin, memaparkan materi saat digelar sarasehan peringatan Hari Pers Nasional dan HUT RSPD Klaten di Pendapa Pemkab Klaten, Senin (18/2/2019).(Solopos - Taufiq Sidik Prakoso)
19 Februari 2019 08:00 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN – Pers memiliki peran penting menjelang pesta demokrasi seperti Pemilu 2019 saat ini. Pers diharapkan menjadi sarana memberikan solusi dari berbagai persoalan yang ada di masyarakat termasuk saat pemilu.

Hal itu terungkap saat digelar sarasehan dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) dan HUT ke-52 RSPD Klaten di Pendapa Pemkab Klaten, Senin (18/2/2019). Sarasehan yang diikuti ratusan peserta dari ASN, KPU, Bawaslu, admin medsos serta wartawan itu menghadirkan tiga narasumber yakni Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Solo, Anas Syahirul, Pemimpin Redaksi Solopos, Suwarmin, serta jurnalis dari Kedaulatan Rakyat, Sri Warsiti.

Ketua PWI Solo, Anas Syahirul, mengatakan tugas jurnalis sebagai bagian dari pers yakni menyajikan informasi yang benar dan akurat serta menyangkut khalayak umum. Sementara, peran dan fungsi pers sudah diatur dalam UU No. 40/1999 tentang Pers di antaranya sebagai kontrol sosial, mendidik, hingga menghibur.

Seiring perkembangan teknologi serta dinamika masyarakat, pers juga memiliki peran penting menjadi bagian penyampai solusi di tengah dinamika masyarakat. Termasuk seperti saat Pemilu 2019 kali ini. “Pers memiliki peran lebih, tidak hanya menginformasikan. Pers bisa menjadi bagian dari sebuah solusi. Jangan sampai media menjadi pembuat kekisruhan,” kata Anas.

Pemimpin Redaksi Solopos, Suwarmin, mengatakan seiring perkembangan teknologi hingga bermunculan berbagai media sosial, informasi bisa disampaikan secara cepat. Kondisi itu kerap kali membuat banyak orang merasa menjadi jurnalis dengan menyebar informasi meski tanpa melalui proses verifikasi.

Begitu pula menjelang Pemilu 2019 seperti saat ini. Berbagai informasi seputar pemilu berseliweran meski kebenaran informasi masih diragukan. Informasi yang belum tentu kebenarannya bisa berujung menimbulkan konflik serta memecah belah masyarakat.

Lantaran hal itu, Suwarmin menyerukan agar masyarakat bersikap lebih dewasa dan saling menghormati setiap perbedaan. Ia juga mengajak para peserta sarasehan untuk membudayakan literasi guna memahami setiap permasalahan dengan jeli termasuk dalam memilih sumber informasi. “Di era pilpres, mudah-mudahan media menjadi solusi di masyarakat. Jangan pernah membagikan informasi yang justru bisa menggaduhkan suasana. Pilpres itu persoalan kepentingan bangsa, mari bersikap lebih bijaksana, dewasa, dan mengedepankan tenggang rasa,” kata dia.

Asisten Administrasi Setda Klaten, Sri Winoto, mengatakan pers selama ini sebagai mitra kerja membantu tugas pemerintah mengedukasi dan mentransformasikan pesan informasi secara konstruktif. Namun, pers juga harus bisa menjadi pengingat yang santun jika pemerintah berlaku salah. Ia berharap fungsi pers sebagai fungsi kontrol sosial perlu dirawat. “Jangan biarkan pemerintah berperilaku salah, menerjang hukum, dan kebenaran yang berdampak buruk bagi rakyat. Pena berita itu bisa menjadi nasihat di saat lupa,” kata dia.