Warung Makan Karanganyar Ini Sediakan 100 Porsi Makanan Gratis Per Hari, Mau?

Warga Jaten mengunjungi warung makan gratis, Jaten Bebas Lapar, di Jaten, Karanganyar, Selasa (19/2/2019). (Solopos - Wahyu Prakoso)
19 Februari 2019 20:15 WIB Wahyu Prakoso Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Warung makan Jaten Bebas Lapar di Jl. Bromo RT 001/RW 020 Josroyo, Desa/Kecamatan Jaten, Karanganyar, jadi viral di media sosial akhir-akhir ini. Warung makan ini menyediakan lebih dari 100 porsi makanan rumahan gratis per hari.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, Selasa (19/2/2019) pukul 16.00 WIB, warung makan tersebut dipenuhi belasan pengunjung. Warga berusia muda hingga tua berkumpul di warung tersebut.

Pengunjung dapat mengambil makanan secara prasmanan. Ada enam macam sayur dan lauk yang disediakan pengelola warung.

Salah satu inisiator Jaten Bebas Lapar, Sukatno, mengatakan setiap hari menyediakan minimal tiga variasi sayur dan lauk. Dia mengatakan sejak dibuka pada Kamis (14/2/2019). Setiap hari jumlah pengunjung naik.

“Awalnya kami hanya menyediakan 50 porsi. Sekarang naik jadi lebih dari 100 porsi per hari. Asumsi kami, tiap porsi Rp6.000, minimal kami membutuhkan dana Rp600.000, per hari,” katanya kepada Solopos.com saat ditemui di garasinya.

Sukatno menjelaskan Jaten Bebas Lapar buka setiap hari, kecuali Minggu dan hari besar. Warung yang bertempat di garasi tersebut buka mulai pukul 14.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.

“Alasannya karena kami tidak ingin sedekah kami malah mematikan usaha kuliner di sekitar. Jadi kami menghindari jam makan siang dan makan malam,” ujarnya.

Sukatno membuka kesempatan bagi warga atau pihak tertentu yang ingin memberikan donasi melalui rekening atau dititipkan kepada pengurus. Dia mengaku tidak menyediakan kotak amal karena akan memberikan kesan “sungkan” kepada pengunjung yang tidak ingin memberikan donasi.

“Orang boleh sedekah uang di sini. Atau yang bisa masak, boleh kasih masakan atau sayur ke sini. Yang punya tenaga boleh bantu masak di sini. Yang ingin makan, silakan siapa saja boleh, kami membuka untuk semua kalangan,” ujarnya.

Ia berharap gerakan tersebut dapat menjadi inspirasi banyak orang dan dapat membantu orang-orang sekitar yang ekonominya kurang baik. Sukatno percaya dengan sedekah akan membuka pintu rezeki.

Salah satu pengunjung, Alfito Farid Agil, 17, mengaku baru kali pertama makan di warung tersebut. Warga Jaten tersebut akan mengajak teman-temannya mencicipi masakan Jaten Bebas Lapar.

“Masakannya enak, seperti warung-warung lainnya. Gerakan ini harus terus dilanjutkan, kan di luar sana masih banyak orang yang tidak mampu. Kalau mau makan datang ke sini saja. Besok kalau ada waktu saya akan mampir lagi. Saya selalu pulang sekolah sore lewat jalan ini,” katanya.