Alhamdulillah! Bangjo Belakang UNS Solo Akhirnya Dianggap Ada

Pengendara sepeda motor tidak memakai helm dan menerobos alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) saat masih berwarna merah di perempatan Jl. Ki Hajar Dewantara, Ngoresan, Jebres, Solo, Jumat (15/2 - 2019). (Solopos/Nicolous Irawan)
20 Februari 2019 08:00 WIB Ginanjar Saputra Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Kisah unik sempat mewarnai lalu lintas di Kota Solo di mana isyarat pada lampu lalu lintas atau bangjo di simpang empat Ngoresan, Kecamatan Jebres, belakang kampus UNS Solo, Jawa Tengah (Jateng) tak pernah digubris sebagian pengguna jalan. Bahkan, sebagian pengguna jalan yang berhenti saat lampu merah pada bangjo menyala malah dimaki-maki pengguna jalan lainnya.

Namun setelah kabar tak dianggapnya bangjo di belakang kampus UNS Solo itu beredar dan ramai dibicarakan di media sosial, kini pengguna jalan mulai berubah. Sejumlah pengguna jalan kini mulai mematuhi isyarat pada lampu lalu lintas tersebut.

Hal itu terungkap dalam video yang diunggah di akun Instagram @bangkit.yuwana dan diunggah ulang di akun Instagramn @iks_infokaresidenansolo, Selasa (19/2/2019). "Alhamdulillah," tulis pengelola akun Instagram @iks_infokaresidenansolo.

Berdasarkan video yang diunggah, sang perekam video juga mengutarakan rasa syukurnya atas patuhnya pengguna jalan terhadap isyarat pada bangjo di belakang kampus UNS Solo itu. "Bangjo Ngoresan lur. Alhamdulillah wis digagas, wis pada manut [Alhamdulillah sudah dianggap, sudah patuh]," ucapnya.

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, bangjo di perempatan Ngoresan, belakang kampus UNS Solo itu seakan-akan tak dianggap keberadaannya oleh sebagian pengguna jalan. Di kawasan tersebut memang belum dipasangi kamera pengawas sehingga petugas masih belum bisa menerapkan sistem e-tilang.