Meriah, Karnaval Barongsai Saat Perayaan Cap Go Meh di Solo

Warga memberikan angpao kepada barongsai dari Grup Tripusaka saat perayaan Cap Go Meh di kawasan pertokoan Coyudan, Jl. Dr. Radjiman, Solo, Selasa (19/2 - 2019). (Solopos/Nicolous Irawan)
20 Februari 2019 01:21 WIB Candra Mantovani Solo Share :

Solopos.com, SOLO - Perkumpulan Liong dan Barongsai Tripusaka Solo melakukan karnaval barongsai berkeliling Kota Solo Selasa (19/2/2019). Karnaval tersebut merupakan salah satu perayaan Cap Go Meh yang diyakini sebagai media tolak bala.

Pembina Liong dan Barongsai Tripusaka Adjie Chandra mengatakan kegiatan kirab tolak bala tersebut sudah dilakukan sejak 2003 setiap perayaan Cap Go Meh. Hal tersebut untuk menandakan bahwa semua rangkaian kegiatan perayaan Imlek telah selesai. Selain itu, pelestarian budaya juga menjadi alasan dilakukannya kirab tersebut.

“Kalau menurut penanggalan Imlek, hari ini dikenal sebagai Cap Go Meh. Menandakan bahwa seluruh rangkaian kegiatan Imlek diharapkan selesai. Kalau di Solo sejak 2003 kalau tidak salah setiap Cap Go Meh memang selalu ada Kirab Barongsai yang melewati beberapa ruas jalan. Khususnya yang ada klentengnya,” jelas Adjie saat ditemui ditengah-tengah karnaval.

Pihaknya yang tergabung dalam Perkumpulan Lion dan Barongsai Tripusaka mendapatkan rute yang berada di kawasan Coyudan dan sekitarnya. Sebanyak 60 personil ikut serta dalam perayaan kirab tolak bala tersebut.

“Kebetulan dari Tripusaka mendapatkan jatah di Coyudan dan sekitarnya. Kami berkeliling di beberapa ruas jalan. Untuk rutenya dimulai dari Klenteng Coyudan untuk beribadah kemudian berakhir di Oriental Elektronik,” jelas Adjie.

Menurut Adjie, alasan dilakukannya kirab tolak bala tersebut selain sebagai penanda berakhirnya rangkaian perayaan imlek juga sebagai ajang untuk melestarikan kesenian liong dan barongsai. Selain itu, menurut cerita yang diyakini, setiap jalan yang dilewati oleh lion dan barongsai akan diberikan berkah.

“Intinya tentu yang utama adalah melestarikan kesenian liong dan barongsai. Kemudian seperti cerita, jalan yang dilewati liong dan barongsai diyakini dapat memberi berkah dan sebagainya. Tapi yang jelas kami memberikan hiburan kepada masyarakat. Mereka mau nonton barongsai tidak usah ke mana-mana, karena hari ini barongsai datang mendatangi dan melewati rumah mereka,” bebernya.

Pantauan Solopos.com, beberapa liong dan barongsai tampak memasuki kawasan toko di Coyudan, untuk menghibur warga. Para warga yang tertarik untuk melihat aksi tersebut banyak yang mengabadikannya melalui kamera ponsel. Selain itu, ada juga warga yang datang memberikan angpao kepada barongsai dengan memasukannya ke dalam mulut barongsai.

Selain di Coyudan, beberapa grup juga melakukan kirab dengan menggunakan barongsai di tempat lain. Macan Putih Sudiroprajan berkeliling di kawasan Pasar Gede dengan mengerahkan sebanyak 50 personil. Selain itu, grup Budi Dharma juga mengerahkan sebanyak 40 personil dalam kirab tersebut yang berjalan mengelilingi dari gerbang Kepatihan hingga Nusukan.