Warga Keberatan Perlintasan KA Nusukan Solo Ditutup

Perlintasan KA tanpa palang (Instagram - iks_infokaresidenansolo)
20 Februari 2019 17:15 WIB Ichsan Kholif Rahman Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Rencana penutupan perlintasan sebidang kereta api (KA) tanpa palang pintu yang menghubungkan antara Kelurahan Nusukan dan Kelurahan Kadipiro, Banjarsari, Solo, per 1 Maret 2019 mendapat penolakan dari warga.

Warga khawatir ditutupnya perlintasan itu akan mengganggu perekonomian warga. Warga Kampung Bonorejo, Kelurahan Nusukan, Widodo, mengaku tahu pemasangan informasi ditutupnya perlintasan sebidang itu sejak beberapa hari lalu.

Namun, ia mengaku belum mendapat sosialisasi terkait rencana penutupan perlintasan itu. “Perlintasan ini sangat vital walaupun hanya sebidang tapi dampaknya luar biasa dalam mengurangi kemacatan di Simpang Ngemplak dan Simpang Joglo. Seharusnya dicarikan solusi bersama, kereta bandaranya juga belum beroperasi,” ujarnya.

Menurutnya, apabila kereta bandara sudah beroperasi kemudian perlintasan itu ditutup merupakan hal yang wajar. Namun, penutupan seharusnya menjadi opsi terakhir dan dilakukan upaya mediasi antara pemangku kepentingan dan warga.

Ia menegaskan warga bersedia membantu membuat dan menjaga palang kereta api ketika kereta bandara sudah beroperasi. Bahkan, warga bersedia membantu menjaga 24 jam dikarenakan perlintasan itu merupakan akses warga Nusukan dan Kadipiro.

“Coba dilihat pada jam berangkat sekolah, jam kerja, dan jam pulang kerja. Sangat ramai perlintasan ini, bayangkan kalau ditutup Simpang Joglo dan Ngemplak akan sangat macet,” ujarnya.

Ia yang bekerja sebagai penjual makanan di warung tak jauh dari perlintasan itu mengatakan beberapa waktu lalu pernah ada penutupan perlintasan selama dua hari. Hal itu dikarenakan PT KAI memperbaiki rel. Penutupan selama dua hari berdampak pada omzet warungnya yang turun hingga 40 persen.

Warga Kampung Bonorojo, RT 004/RW 017, Budi Santoso, mengatakan perlintasan sebidang itu merupakan akses utama bagi warga kampung dan pengendara yang hendak menuju Jl. Kolonel Sugiyono. Roda perekonomian yang membagi antara Nusukan dan Kadipiro dapat terputus apabila perlintasan itu ditutup.

Ia meminta PT KAI melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada warga. Hal itu untuk mencari solusi bersama karena warga secara swadaya merawat dan menjaga perlintasan sebidang itu.

Kepala Dinas Perhubungan Solo, Hari Prihatno, mengetahui rencana penutupan itu berdasarkan laporan warga. Ia mengaku belum dapat pemberitahuan maupun koordinasi dari PT KAI terkait penutupan perlintasan di Kelurahan Nusukan.