Jumlah Pemilih di DPT Sukoharjo Berkurang, Ini Penyebabnya

Ilustrasi daftar pemilih tetap (Antara/Akhmad Nazaruddin Lathif)
20 Februari 2019 19:13 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO –Jumlah pemilih di daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019 berkurang 60 orang dari 669.546 pemilih menjadi 669.486 pemilih. Berkurangnya jumlah pemilih dipengaruhi banyaknya warga Sukoharjo yang menggunakan hak pilih di luar Sukoharjo.

Hal ini diungkapkan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo, Nuril Huda, di sela-sela rapat pleno daftar pemilih tambahan (DPTb) Sukoharjo di Hotel Brother, Solo Baru, Grogol, Senin (18/2/2019). Kegiatan rapat pleno itu diikuti para komisioner KPU, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sukoharjo dan perwakilan pengurus partai politik (parpol) peserta pemilu.

Nuril menyampaikan jumlah pemilih asal Sukoharjo yang menggunakan hak pilih di luar Sukoharjo sebanyak 582 pemilih. Mereka menggunakan hak pilih di luar Sukoharjo dengan berbagai alasan seperti tidak bisa pulang kampung dan keluarga.

Sementara jumlah pemilih luar Sukoharjo yang menyalurkan hak pilih di lokasi TPS di wilayah Sukoharjo sebanyak 522 pemilih. “Jumlah pemilih berkurang 60 pemilih per 17 Februari [2019] pukul 20.00 WIB. Jadi lebih banyak pemilih yang menggunakan hak pilih di luar Sukoharjo,” ujar dia.

Para perantau atau kaum boro yang hendak menggunakan hak pilih di kampung halaman wajib mengurus formulir A5 agar bisa mencoblos di lokasi TPS. Sesuai surat edaran KPU RI, mereka harus mengurus formulir A5 dua bulan sebelum coblosan.

Hal ini dilakukan agar penyelenggara pemilu menyiapkan surat suara di lokasi TPS. “Saat ini, sudah ada puluhan pemilih baik yang masuk maupun keluar Sukoharjo yang telah mengurus formulir A5. Ada juga yang mengurus di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) maupun Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang tengah didata,” papar Nuril.

Lebih jauh, Nuril menambahkan petugas bakal kembali memcocokan data pemilih yang tercatat dalam sistem informasi data pemilih (Sidalih). Tak menutup kemungkinan, jumlah pemilih bakal bertambah atau berkurang lantaran pelaksanaan pemungutan suara masih dua bulan lagi.

Sementara itu, Komisioner Divisi Data, Informasi dan Hukum Bawaslu Sukoharjo, Muladi Wibowo, menyatakan bakal berkoordinasi dengan KPU Sukoharjo terkait data pemilih pemilu. Muladi ingin memastikan hak pilih setiap pemilih terjamin saat pelaksanaan pemungutan suara pada 17 April mendatang.

Selain data pemilih, Muladi juga bakal mengawasi pendistribusian logistik pemilu berupa kotak dan surat suara hingga tingkat Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS). “Kami juga bakal mencermati apabila ada perubahan data pemilih. Penyaluran logistik pemilu juga bakal dipantau,” kata dia.