Pengakuan Bocah Yatim Piatu di Sukoharjo Hamil, Kerap Diperkosa Ayah Angkat

Ilustrasi pemerkosaan anak (Asiaone.com)
20 Februari 2019 20:15 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos. SUKOHARJO – Nasib malang dialami M, bocah yatim piatu berusia 13 tahun yang masih duduk di Kelas VI SD di Kaliwungu, Susukan, Kabupaten Semarang. M tengah hamil 5 bulan diduga lantaran diperkosa ayah angkatnya.

M kini tinggal bersama neneknya, J, di Grogol, Sukoharjo. Kedua orangtuanya telah meninggal beberapa tahun lalu.

Kapolsek Grogol, AKP Didik Noertjahjo, mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi, Rabu (20/2/2019),  menyatakan petugas sempat berbincang dengan M di rumah neneknya.

M mengaku kerap disetubuhi ayah angkatnya, JS.  Kasus pemerkosaan ini ditangani Polres Semarang lantaran lokasi kejadiannya di wilayah Kabupaten Semarang.

Kerabat M, W, kepada wartawan mengisahkan asal mula keluarga mengetahui M hamil.  “Ibu M meninggal dunia pada dua atau tiga tahun lalu. Nah, setelah ibunya meninggal, M diajak bapaknya pindah ke Kaliwungu, Susukan. Sebelum hidup di Jakarta, mereka berdomisili di Grogol,” kata kerabat keluarga M, berinisial W, saat berbincang dengan wartawan, Rabu (20/2/2019).

Pada 2017, bapak M meninggal dunia lantaran menderita sakit. M kemudian diasuh JS, warga Desa Kaliwungu, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang. JS merupakan teman akrab orangtua M. JS menjadi ayah angkat M.

Pada Kamis (14/2/2019), JS mengantar M pulang ke rumah neneknya di Sukoharjo. Kala itu, W curiga perubahan fisik terutama perut M yang membesar. W pun memeriksakan M ke bidan desa setempat. Hasilnya, M tengah hamil dengan usia kandungan lima bulan.

Direktur Yayasan Kakak SoloShoim Sahriyati, mendesak kepolisian segera mengusut kasus yang menimpa M itu. Pelaku harus dijerat pidana lantaran telah melakukan kekerasan terhasap anak.

Selain itu, pemerintah diminta menjamin perlindungan anak meliputi kesehatan, mental dan pendidikan.

Anak di bawah umur yang tengah hamil kerap mendapat gelombang tekanan yang mengganggu kesehatan janinnya.

“Setelah melahirkan juga harus dipikirkan. Siapa yang merawat bayi itu? Bagaimana hak pendidikan M untuk melanjutkan sekolah? Ini pekerjaan pemerintah yang dituntut merampungkan kasus ini,” kata dia.