Desa Blangu Sragen Anggarkan Ratusan Juta Rupiah untuk Percantik Alun-Alun

Alun/alun Desa Blangu, Kecamatan Gesi, Sragen. (Istimewa)
20 Februari 2019 12:21 WIB Moh Khodiq Duhri Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN — Pemerintah Desa (Pemdes) Blangu, Kecamatan Gesi, Sragen menganggarkan ratusan juta rupiah untuk mempercantik alun-alun.

Penataan Alun-alun Desa Blangu merupakan salah satu program prioritas yang dibiayai dana desa (DD) selain kegiatan rabat beton dan talut jalan. Proyek penataan alun-alun dimulai pada 2017 lalu.

Pemdes Blangu mengalokasikan anggaran senilai Rp200 juta dari DD untuk meratakan permukaan alun-alun. “Sebelumnya permukaan alun-alun miring. Kami harus menguruk banyak tanah supaya permukaan alun-alun menjadi rata,” jelas Kepala Desa Blangu, Danang Wijaya, saat ditemui Solopos.com di kantornya, Selasa (19/2/2019).

Pada 2018, program penataan alun-alun dilanjutkan. Pemdes Blangu menggulirkan dana Rp200 juta untuk membangun fasilitas air mancur, panggung instruktur senam, dan jogging track di kompleks alun-alun seluas sekitar 5.000 meter persegi ini.

Pada 2019, Pemdes Blangu tidak memiliki dana cukup besar untuk melanjutkan penataan alun-alun. Pemdes Blangu hanya menganggarkan dana Rp40 juta untuk membangun fondasi gedung futsal di bagian barat daya alun-alun. “Kebetulan pada 2019 kami mendapat DD senilai Rp896 juta. Namun, DD tahun ini lebih banyak terserap untuk kegiatan rabat beton, pembangunan talut, dan revitalisasi sarana air bersih. Jadi alokasi dana untuk penataan alun-alun berkurang. Kami menargetkan pembangunan gedung futsal indoor terealisasi pada 2020. Gedung ini nantinya dipakai untuk kegiatan hajatan atau kegiatan lain yang butuh ruangan cukup besar,” papar Danang.

Dalam jangka panjang, Pemdes Blangu juga akan melengkapi alun-alun dengan fasilitas lain seperti arena bermain anak, masjid, perpustakaan, showroom produk UMKM, serta ruang pameran atau bazar dengan tenda model knockdown.

“Berapa total anggaran untuk menata alun-alun ini hingga selesai, kami tidak membuatnya. Harga spesifikasi barang bisa berubah dari tahun ke tahun. Kebetulan kami tidak memasang target berapa lama proses penataan alun-alun berlangsung. Pokoknya selama masih ada anggaran, penataan alun-alun jalan,” terang Danang.