Rumah Ambruk, Perempuan Sebatang Kara Sragen Itu Kini Tak Punya Tempat Tinggal

Kondisi rumah Surami, 42, perempuan sebatang kara, di Dusun Kenteng, RT 007, Desa Ngrombo, Plupuh, Sragen, Selasa (19/2/2019) sore. (Istimewa - PMI Sragen)
20 Februari 2019 15:15 WIB Moh Khodiq Duhri Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Surami, 42, yang hidup sebatang kara di Dusun Kenteng, RT 007, Desa Ngrombo, Kecamatan Plupuh, Sragen, kini tak punya tempat tinggal setelah rumahnya ambruk pada Selasa (19/2/2019) sore.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah ambruknya rumah tersebut. Surami berhasil menyelamatkan diri begitu mengetahui tanda-tanda rumahnya bakal ambruk.

Ambruknya rumah Surami tersebut mengagetkan warga sekitar, terutama yang sedang bertani di sawah tak jauh dari lokasi rumah tersebut. Begitu mendengar suara gaduh, mereka langsung mencari sumber suara.

Setelah dicek, ternyata rumah Surami sudah rata dengan tanah. Warga lantas melaporkan kejadian tersebut ke pemerintah desa setempat.

“Rumah Ibu Surami sudah lapuk dimakan usia. Begitu ada tiupan angin kencang, rumah itu ambruk. Untung Ibu Surami bisa menyelamatkan diri. Saat mendengar suara kretek-kretek [pertanda rumah akan ambruk], dia langsung keluar rumah,” ucap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, Sugeng Priyono, kepada Solopos.com, Rabu (20/2/2019).

Kerugian materi akibat musibah ambruknya rumah tersebut ditaksir sekitar Rp15 juta. Setelah kejadian itu, sukarelawan dari BPBD Sragen, PMI Sragen, jajaran Muspika Plupuh, perangkat desa, dan warga setempat bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan rumah Surami.

Hingga Selasa malam, proses gotong royong masih berlangsung. Untuk sementara, Surami diungsikan ke tempat saudaranya. Sukarelawan dari PMI Sragen menyerahkan bantuan sejumlah uang, perlengkapan mandi, perabot rumah tangga, pakaian serta selimut pada Selasa malam.

“Sebagian besar bangunan rumah itu terbuat dari bahan bambu. Kondisinya memang sudah lapuk dimakan usia sehingga bisa ambruk sewaktu-waktu,” ucap Kepala Markas PMI Sragen, Wahdadi, saat ditemui di kantornya.