297 Honorer K2 Boyolali Daftar PPPK

Syarat calon PPPK (Solopos - Galih Ertanto)
20 Februari 2019 10:10 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI – Sebanyak 297 tenaga K2 Boyolali yang berusia di atas 35 tahun mendaftar pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Pada masa pendaftaran penerimaan PPPK yang berlangsung 12-17 Februari pendaftar hanya berasal dari tenaga pendidik dan tenaga penyuluh pertanian.

Kepala Bidang Penataan dan Pengembangan Karier Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKP2D) Boyolali, Dono Fembriarto mengatakan, jumlah pendaftar dari tenaga pendidik sebanyak 236 orang, sedangkan dari tenaga penyuluh pertanian sebanyak 61 orang.

“Sampai penutupan pendaftaran, yang mendaftar 297 orang tenaga penyuluh [pertanian] 61 orang dan sisanya [236] tenaga pendidik,” ujarnya kepada Solopos.com, Selasa (19/2/2019).

Pada pendaftaran PPPK tahap I ini antara lain dibuka kesempatan bagi tenaga pendidik, tenaga penyuluh pertanian, dan tenaga kesehatan yang berkaitan langsung dengan keahlian. Namun di Boyolali tidak terdapat tenaga kesehatan yang dimaksud, sehingga hanya didaftar oleh tenaga pendidik dan tenaga penyuluh pertanian.

“Di Boyolali, K2 tenaga kesehatan yang berhubungan langsung dengan kesehatan seperti dokter, bidan, dan perawat tidak ada,” imbuh tanpa memerinci jumlah lowongan PPPK untuk Boyolali.

Sebagaimana diketahui, PPPK ini digaji dengan APBD kabupaten masing-masing. Sebelumnya Dono mengatakan APBD Boyolali siap menggaji PPPK sesuai jumlah lowongan yang ditetapkan pemerintah pusat. “Kami [APBD Boyolali] siap berapa pun formasi yang ditentukan dari pusat,” ujarnya kepada Solopos.com, Senin (11/2/2019).

Sementara itu, Ketua Paguyuban Honorer K2 Boyolali Suparjo mengatakan para eks honorer K2 ini sebenarnya tidak terlalu berminat mendaftar PPPK dan mereka lebih berorientasi mendaftar CPNS.

“Sebenarnya perjuangan teman-teman itu menjadi CPNS, bukan PPPK. Tapi karena informasi pengangkatan CPNS ini juga belum jelas, ya akhirnya sebagian mau mendaftar PPPK,” ujarnya, Senin (11/2/2019). 


--