Kenalkan Perbendaharaan Negara, KPPN Klaten Sambangi Sekolah

Kepala KPPN Klaten, Yoyok Yulianto, menyampaikan materi tentang keuangan negara kepada ratusan siswa saat digelar kegiatan bertajuk Perbendaharaan Menyapa di MAN 1 Klaten, Selasa (19/2/2019).(Solopos - Taufiq Sidik Prakoso)
20 Februari 2019 11:30 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN – Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Klaten menggelar kegiatan bertajuk Perbendaharaan Menyapa. Kegiatan itu dimaksudkan untuk mengenalkan perbendaharaan negara sejak dini.

Kegiatan tersebut digelar rutin saban tahun. Pada 2019, sosialisasi itu digelar di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Klaten, Desa Karanganom, Kecamatan Klaten Utara, Klaten, Selasa (19/2/2019) siang.

Kegiatan diikuti ratusan siswa dengan pemateri Kepala KPPN Klaten, Yoyok Yulianto. Dalam materi sosialisasi, Yoyok menjelaskan struktur organisasi hingga fungsi KPPN sebagai kepanjangan tangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Selain itu, Yoyok memaparkan tentang perekonomian dunia dan domestik serta penjelasan APBN hingga keuangan negara saat ini.

Materi yang disampaikan mendapat tanggapan dari berbagai siswa. Sejumlah siswa menanyakan proses pencairan anggaran dari negara hingga ke daerah. Ada pula yang mempertanyakan soal perang dagang Amerika Serikat dan China yang berdampak pada utang luar negeri Indonesia.

“Di APBN memang sudah disediakan rencana membayar utang. Maka, pemerintah tetap membayar utang meski dampak dari perang dagang membuat nilai tukar rupiah melemah. Pemerintah tidak mau berutang,” jelas Yoyok menjawab pertanyaan salah satu siswa.

Ditemui Solopos.com sebelum sosialisasi, Yoyok menjelaskan kegiatan digelar untuk memahamkan masyarakat terutama para pelajar agar lebih mengetahui tentang APBN. Pengetahuan itu diperlukan agar mereka lebih peduli kondisi keuangan negara hingga ikut mengawasi pelaksanaannya.

“Dari sosialisasi ini kami harapkan dari para siswa termotivasi untuk belajar mengetahui seperti apa APBN dan ditularkan ke lingkungan sekitar mereka. Pemahaman tentang pengelolaan keuangan negara ini penting agar mereka bisa ikut mengawasi pelaksanaannya dan tidak terpengaruh oleh informasi-informasi yang menyesatkan tentang keuangan negara,” kata Yoyok.

Ia mencontohkan keuangan APBN yang ada di sekitar masyarakat seperti gelontoran dana desa. Di Klaten, dana desa digelontorkan di 391 desa. Tahun ini, gelontoran dana desa yang diterima setiap desa rata-rata lebih dari Rp900 juta. “Penggunaannya perlu disertai pengawasan dari masyarakat agar tepat sasaran dan benar-benar untuk pembangunan di desa,” ungkap Yoyok.

Ia tak menampik materi tentang keuangan tak terlalu menarik bagi para pelajar. Lantaran hal itu, KPPN Klaten menyambangi sekolah selain menyosialisasikan pengetahuan keuangan negara melalui berbagai media.

Kepala MAN 1 Klaten, Muhadi, mengatakan sosialisasi tentang keuangan negara itu baru kali pertama digelar di MAN Klaten. “Kalau paham tentang keuangan negara, saya harapkan siswa bisa ikut mengontrol penggunaan dana desa yang nilainya besar,” tutur dia.

Salah satu siswa, Nur Fitriani, 18, mengatakan selama ini tak mengetahui secara persis tentang APBN. “Isinya APBN seperti apa saya juga belum tahun. Selain itu, saya sendiri juga belum mengetahui tentang utang negara itu seperti apa,” jelas siswa kelas XII IPA 2 tersebut.