Serunya Belajar Mitigasi Bencana di Taman EWS Klaten

Anak-anak mengikuti kegiatan di Taman Eling Waspada Siaga (EWS) Klaten, Selasa (19/2 - 2019). (Solopos/Ponco Suseno)
20 Februari 2019 15:05 WIB Ponco Suseno Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Sejumlah fasilitator Taman Eling Waspada Siaga (Taman EWS) Klaten aktif mengajarkan mitigasi bencana ke anak usia dini dalam beberapa tahun terakhir.

Pengenalan kebencanaan sejak usia dini itu juga diikuti para bocah di kawasan rawan terdampak erupsi Gunung Merapi, yakni dari daerah Kemalang dan Manisrenggo.

Demikian penjelasan salah satu fasilitator Taman EWS Klaten, Heribertus, saat ditemui wartawan di kompleks Taman EWS Klaten, Selasa (19/2/2019). Taman EWS yang berdiri tahun 2015 itu dibangun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Katen.

Taman EWS Klaten diperuntukkan bagi para siswa usia dini/kelompok bermain, Taman Kanak-Kanak (TK), dan siswa Sekolah Dasar (SD) sederajat di Klaten. Jumlah fasilitator mencapai 10 orang yang berasal dari BPBD Klaten, Search and Rescue (SAR) Klaten, pemadam kebakaran (Damkar) Satpol PP Klaten, dan elemen dari pendidik di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Klaten.

“Taman EWS ini untuk mengenalkan tentang kebencanaan sejak usia dini. Materinya berupa cara menghindari saat terjadi bencana dan cara penyelematan. Setidaknya dengan cara seperti ini, anak-anak mampu melindungi dirinya sendiri saat terjadi bencana. Taman EWS ini bersifat gratis alias tak dipungut biaya,” kata Heribertus. 

Heribertus menambahkan materi kebencanaan yang dikenalkan ke anak-anak meliputi gempa bumi, angin ribut, gunung meletus, banjir, tanah longsor, dan kebakaran. Setiap pekan, fasilitator Taman EWS Klaten menerima ratusan anak usia dini dari berbagai sekolah di Soloraya.

“Setiap Selasa dan Kamis, kami terus menerima permintaan dari sekolah-sekolah. Di saat kondisi Gunung Merapi seperti ini [status waspada], beberapa anak yang tinggal di daerah berpotensi terdampak bencana erupsi, seperti dari Kemalang dan Manisrenggo juga pernah ke sini,” katanya.

Fasilitator Taman EWS Klaten lainnya, Muhammad Eko Nugroho, mengatakan pengenalan kebencanaan sejak usia dini telah memberikan dampak positif. Hal itu dibuktikan dengan munculnya kepekaan salah seorang siswa asal Delanggu yang pernah memberi informasi ke tim Damkar Klaten saat terjadi musibah kebakaran di daerahnya, sekitar tiga bulan lalu.

“Pernah ada anak TK yang mengikuti kegiatan di sini. Saat di rumah, dirinya melihat terjadi kebakaran. Selanjutnya, dia menghubungi nomor 113 [nomor darurat pemadam kebakaran]. Begitu memperoleh informasi itu, kami mendatangi ke lokasi kejadian. Setidaknya, kepekaan anak saat melihat bencana sudah muncul sejak dini,” katanya.

Kepala KB Masithoh I Batur, Kecamatan Ceper, Nina Sulistyowati, mengaku tertarik mengajak peserta didiknya berkunjung ke Taman EWS Klaten. Selain praktik, diharapkan anak-anak dapat mengetahui teknik menyelematkan diri saat terjadi bencana dari ahlinya.

“Kebetulan, tema di sekolah kami pekan ini, yakni pengenalan profesi. Di sini juga ada petugas Damkar. Intinya, kami bisa mengenalkan anak tentang berbagai macam kebencanaan,” katanya.