Tertimpa Reruntuhan Tembok Tertabrak Truk, Anak Balita Klaten Selamat

Reruntuhan tembok warungnya yang ambrol setelah tertabrak truk di jalan by pass, Karanganom, Klaten Utara, Rabu (20/2/2019) sore. (Solopos - Taufiq Sidik Prakoso)
20 Februari 2019 21:40 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Truk tanpa muatan menabrak warung di tepi jalan by pass, Desa Karanganom, Kecamatan Klaten Utara, Klaten, Rabu (20/2/2019) sore.

Akibat kejadian itu, seorang anak bawah lima tahun (balita) tertimpa reruntuhan tembok warung. Beruntung, anak berumur tiga tahun itu tak mengalami luka parah.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Truk tanpa muatan yang dikemudikan Rangga Arya Adi Pratama, 20, warga Desa Kecemen, Kecamatan Manisrenggo, Klaten melaju di ruas jalan dari arah utara atau Masjid Agung Al Aqsha menuju selatan atau Srago.

Saat mendekati Rumah Sakit Khusus Bedah (RSKB) Diponegoro Klaten, Rangga berniat menyalip kendaraan lain di depannya. Saat menyalip, Rangga hilang kendali sehingga truk melaju di ruas jalan berlawanan dan baru berhenti setelah menabrak tembok warung makan di tepi jalan.

Warung milik Bambang, 41, warga Dukuh Sekaranom, Desa Karanganom, Kecamatan Klaten Utara, itu rusak. Salah satu sisi tembok warung remuk.

Saat kejadian, anak pemilik warung makan, Ahmad Firmansyah, 3, dan Dina, 7, berada di balik tembok yang ambrol. Sementara Bambang bersama istrinya berada di samping warung.

Ahmad Firmansyah tertimpa reruntuhan tembok hingga mengubur separuh badannya. “Saat itu anak saya yang kecil menangis. Untuk menyelamatkannya, reruntuhan tembok harus diangkat tiga orang. Sementara anak saya yang perempuan tidak mengalami luka apa-apa,” jelas Bambang saat ditemui di warungnya.

Ahmad lantas dilarikan ke RSKB Diponegoro yang bersebelahan dengan warung. “Alhamdulillah dari hasil foto rontgen tidak ada luka retak pada bagian tubuh yang tertimpa tembok. Anak saya hanya mengalami luka lecet pada kepala bagian belakang karena terkena kursi,” tutur dia.

Bambang menjelaskan kecelakaan tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Pengusaha yang bertanggung jawab atas truk tersebut bersedia menanggung biaya pengobatan hingga sembuh serta memperbaiki bagian warung yang rusak berukuran 4 meter x 2,5 meter.

“Sudah ada kesepakatan dan selesai secara kekeluargaan. Bos truk pasir siap bertanggung jawab sepenuhnya akibat kejadian tersebut. Rencananya besok [Kamis, 21/2/2019], kerusakan mulai diperbaiki. Kalau taksiran kerugian Rp9 juta,” katanya.

Sementara itu, truk yang menabrak tembok warung itu terguling di parit jalan. Untuk proses evakuasi, dua truk derek dikerahkan. Evakuasi truk berlangsung hingga pukul 17.00 WIB.