Lamar PPPK, 112 Tenaga Honorer K2 Dicek Masih Aktif  Bekerja atau Tidak

Syarat calon PPPK (Solopos - Galih Ertanto)
20 Februari 2019 12:40 WIB Sri Sumi Handayani Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR--Sebanyak 112 tenaga honorer kategori dua (K2) di Kabupaten Karanganyar mendaftar Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap I 2019.  Pemkab memastikan mereka masih aktif bekerja sebagai honorer.

Pendaftaran PPPK tahap I ditutup Minggu (17/2/2019) pukul 00.00 WIB. Pendaftaran PPPK melalui website Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang disiapkan khusus untuk PPPK. Sistem pendaftaran hampir mirip dengan pendaftaran calon aparatur sipil negara (CASN). Namun, pendaftatan tahap I ini diprioritaskan bagi tenaga honorer K2 untuk jabatan fungsional guru, tenaga kesehatan, dan penyuluh pertanian.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Karanganyar, Siswanto, menuturkan 112 tenaga honorer K2 sudah mengunggah berkas sesuai ketentuan. Mereka meliputi 58 orang yang melamar jabatan guru, 25 orang melamar tenaga kesehatan, dan sisanya 29 orang melamar tenaga penyuluh pertanian. "Mereka daftar ke BKN secara online. Kami yang didaerah memverifikasi. Ya seperti CPNS. Berkas diuggah seperlunya yang dibutuhkan," kata Siswanto saat berbincang dengan Solopos.com, Selasa (19/2/2019).

Pemerintah pusat memprioritaskan pengisian jabatan tenaga fungsional. Selain itu, pemerintah mensyaratkan pelamar masih aktif sebagai tenaga fungsional. "Harus fungsional. Tidak ada tenaga administrasi. Semua harus masih aktif. Sebelum pendaftaran itu saya panggil semua kepala dinas terkait. Untuk memastikan yang aktif mana dan enggak. Begitu mendaftar kami verifikasi kembali ini aktif tenan. Jangan sampai di sana [pusat] masih tercatat terus padahal di sini sudah meninggal atau kondisi lain," jelas Siswanto.

Siswanto mengklaim pendaftaran PPPK tahap I lancar. Tahapan selanjutnya adalah Computer Assisted Test (CAT). CAT meliputi seleksi manajerial, sosio-kultural, dan teknis. Rencana dilaksanakan akhir Februari 2019 yakni Sabtu dan Minggu (23-24/2). Siswanto menyampaikan Pemerintah Kabupaten Karanganyar sudah menyiapkan lokasi CAT di SMKN 2 Karanganyar.

"Karena dia [SMKN 2 Karanganyar] sudah sering melaksanakan UNBK. Setahu saya sudah empat atau lima kali. CAT akan dilaksanakan di laboratorium komputer. Setiap ruang disiapkan 40 komputer terdiri atas 37 komputer yang akan digunakan peserta dan tiga komputer cadangan. Kami akan menggunakan empat ruang. Supaya bisa mengerjakan bersamaan," jelas Siswanto.

Pemkab saat ini membentuk tim pengawas ujian, yakni pengawas ruang dan teknisi. Pemkab memberangkatkan satu orang untuk belajar penggunaan alat, sistem CAT, dan lain-lain. Siswanto menuturkan pemerintah daerah tidak tahu naskah soal ujian. "Itu urusan pemerintah pusat. Kami ini hanya menyiapkan dana. Sudah punya. Waktu surat Menpan RB dulu turun, saya matur Bupati. Ada dana siap makanya dilakoni. Beban gaji berikutnya pun sudah siap," ujar dia.

BKPSDM sudah menyiapkan Rp600 juta untuk pengadaan pegawai. Oleh karena itu berulang kali Siswanto menyampaikan Pemkab Karanganyar menyiapkan dana untuk penyelenggaraan seleksi PPPK, gaji PPPK yang lolos seleksi. Selanjutnya pelamar yang lolos hingga tahap akhir akan ditempatkan sesuai kebutuhan.