Khawatir Ricuh Saat Hitung Suara, Panitia Pilkades Colomadu Sterilkan TPS

Penghitungan suara Pilkades Baturan di GOR Baturan, Colomadu, Karanganyar, Rabu (20/2/2019). (Solopos - M. Ferri Setiawan)
20 Februari 2019 16:15 WIB Iskandar Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Pencoblosan ppemilihan kepala desa (pilkades) di wilayah Kecamatan Colomadu, Karanganyar, sudah ditutup pukul 13.00 WIB, Rabu (20/2/2018). Panitia langsung menghitung peroleh suara masing-masing calon.

Guna mengantisipasi dari hal-hal yang tak diinginkan seperti kericuhan, panitia mensterilkan tempat pemungutan suara (TPS) dari massa. “Yang tidak berkepentingan silakan menunggu hasil penghitungan suara di luar pagar. Tempat di dalam kantor kelurahan ini mohon dikosongkan,” ujar petugas keamanan Kantor Kelurahan Malangjiwan kepada massa yang menunggu di luar kantor kelurahan yang menjadi TPS, Rabu siang.

Hal serupa juga dilakukan di sejumlah desa lainnya yang menyelenggarakan pilkades seperti di Paulan, Tohudan, dan sebagainya. Selain itu petugas juga tidak menggunakan pengeras suara dalam melakukan penghitungan suara.

Kasi Pemerintahan Kecamatan Colomadu, Joko Purnomo, mengatakan hal ini antara lain untuk meredam kericuhan massa. Jika penghitungan suara menggunakan pengeras suara akan terdengar hingga di luar TPS yang banyak ditunggu para pendukung masing-masing calon.

“Ini memang sudah kesepakatan bersama sehingga saat penghitungan suara panitia tidak menggunakan pengeras suara. Di situ hanya panitia, saksi, dan kelompok penghitungan suara,” ujar dia.

Sementara itu hingga pukul 15.25 WIB penghitungan suara di sembilan desa yang menggelar pilkades belum ada yang selesai. Wakil Ketua Panitia Pilkades Malangjiwan, Edy Kuncoro mengatakan antusiasme warga dalam memberikan suara cukup tinggi.

“Sejak pagi antusiasme warga tinggi sekali. Coblosan yang seharusnya dimulai pukul 08.00 WIB terpaksa dimajukan 15 menit karena sejak pagi warga sudah mengantre hingga membuat jalan macet,” ujar dia.