Kekayaan Wali Kota Solo Bertambah, Tabungan Tinggal Rp31 Juta

Warga antre untuk bersalaman dan berfoto dengan Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, saat acara Open House Hari Raya Natal 2018 di Loji Gandrung, Solo, Selasa (25/12/2018). (Solopos - Nicolous Irawan)
21 Februari 2019 10:15 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

 Solopos.com, SOLOHarta kekayaan Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo bertambah. Namun, tabungan dia yang dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berkurang tinggal Rp31 juta. Sebelumnya, dia pernah melaporkan tabungan Rp113 juta pada 2015.

Tabungan Rp31 juta itu, kata lelaki yang akrab disapa Rudy, digunakan untuk cadangan pendidikan putri bungsunya. Bahkan tabungan tersebut sesekali diambil untuk membantu masyarakat. Jika masyarakat tidak percaya, ia mempersilakan siapa pun untuk memeriksa langsung, termasuk KPK.

“Tabungan saya enggak lebih dari Rp100 juta. Cuma Rp31 juta, itu pun kadang saya minta ajudan untuk mengambil kalau di jalan ada masyarakat yang perlu bantuan. Kalau enggak percaya silakan cek sendiri. KPK juga sampai ke rumah saya karena enggak percaya,” kata Rudy kepada wartawan, Rabu (20/2/2019).

Rudy mengaku rutin melaporkan harta kekayaan pribadi setiap tahun. Kali terakhir, pada 2018 lalu, dia melaporkan perolehan hingga 2017. Total harta yang dilaporkan Rp1 miliar hingga Rp2 miliar. Nilai itu didapat dari harta bergerak dan tidak bergerak, antara lain tanah berikut bangunan yang menjadi kediaman pribadinya di Kelurahan Pucangsawit dan mobil. Lainnya, beberapa bidang tanah yang disebutnya warisan sang istri.

“Enggak lebih dari Rp1 atau Rp2 miliar. Kenyataannya begitu. Soal harta kekayaan itu kenapa kok enggak berani melaporkan. Meninggal saja tidak bawa. Kalau yang enggak lapor itu perlu ditindaklanjuti. Rakyat saja wajib lapor, masak pejabat tidak. Harus itu. Saya sendiri tiap tahun selalu lapor,” ucap Rudy.

Nilai itu sama dengan yang tercantum di laman resmi KPK. Rudy tercatat enam kali lapor dengan harta kekayaan pada 2017 senilai Rp1,02 miliar.

Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) 2013, Rudy memiliki tiga bidang tanah, lima mobil, empat sepeda motor, dan tabungam Rp93,5 juta. Total kekayaannya Rp633 juta. Pada 2015, Rudy tetap memiliki tiga bidang tanah, empat mobil, dan tabungan Rp113 juta. Total kekayaannya Rp852.079.649.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Solo, Rachmat Sutomo, mengatakan pejabat Pemkot tahun ini diarahkan untuk mengisi LHKPN secara daring melalui aplikasi E-LHKPN. “Pengisian laporan dimaksudkan untuk membangun kesadaran wajib LHKPN, mendukung upaya Pemkot dalam melakukan pencegahan tindak pidana korupsi serta mewujudkan pemerintahan yang bersih dari korupsi kolusi dan nepotisme,” kata Rachmat.

Rachmat menyebut ada 120-an wajib LHKPN di lingkungan Pemkot Solo. Mereka ditarget dapat menyelesaikan laporan paling lama satu pekan. Pejabat yang menjadi wajib LHKPN terdiri dari wali kota, wakil wali kota, pejabat struktur eselon II, staf ahli, kuasa pengguna anggaran (KPA), dan pejabat struktur IIIa pada organisasi perangkat daerah (OPD). Pengisian laporan dilakukan merujuk Keputusan Wali Kota Nomor 860/8.12/1/2017 tentang LHKP bagi Penyelenggara Negara di Lingkungan Pemkot Surakarta. Sosialisasi pengisian e-LHKPN digelar Selasa (19/2/2019) di Hotel Move Megaland, Jl. Slamet Riyadi Solo.