Rencana Penutupan Perlintasan KA Nusukan Solo, Ini Klarifikasi PT KAI

Pengendara sepeda motor melintasi perlintasan tanpa pintu di Nusukan, Banjarsari, Solo, Rabu (20/2/2019). (Solopos - Nicolous Irawan)
21 Februari 2019 13:15 WIB Ichsan Kholif Rahman Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Manager Humas PT KAI Daops VI Yogyakarta, Eko Budiyanto, mengatakan tidak mengetahui pemasangan spanduk penutupan perlintasan kereta api (KA) tanpa palang pintu di Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo.

Menurutnya, pembukaan dan penutupan perlintasan sebidang KA merupakan kewenangan Dirjen Perkeretapian Kementerian Perhubungan. Yang dia tahu saat Kementerian Perhubungan sedang fokus menutup perlintasan sebidang seperti di bawah flyover Manahan.

“Penempatan spanduk tersebut kami tidak mengetahui. Kami perlu mengecek terlebih dahulu tulisan spanduk tersebut. Apabila ditutup seharusnya sudah ada sosialisasi dari PT KAI kepada warga dan memasang logo Dirjen Perkeretapian pada spanduk itu,” ujarnya.

Menurutnya, penutupan perlintasan sebidang KA tanpa palang pintu diatur dalam UU No. 23/2007 tentang Perkeretaapian. Sesuai dengan aturan itu seluruh perlintasan liar yang berpotensi rawan kecelakaan harus ditutup.

Selain itu, perlintasan sebidang kereta api yang telah memiliki jalan alternatif lainnya juga wajib segera dihilangkan. Termasuk perlintasan dengan jarak kurang dari 800 meter dari perlintasan lainnya harus dihilangkan agar efektif.

PT KAI masih fokus berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Solo dan Pemerintah Kota Solo untuk mensterilkan bekas perlintasan sebidang kereta di flyover Manahan.

"Penutupan perlintasan memang ada tapi baru dikoordinasikan yakni di bawah flyover Manahan. Kami pikir karena sudah ada jalan utamanya akses itu lebih baik ditutup sekalian. Tapi ini masih akan ada pembahasan dengan Pemkot Solo,” ujarnya.