101.000 Orang Bakal Ramaikan Haul ke-9 Gus Dur di Solo, Ini Rangkaian Acaranya

K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). (solopos - Dok)
21 Februari 2019 20:15 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Peringatan hari kematian atau Haul ke-9 Kanjeng Pangeran Aryo (K.P.A.) K.H. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur bakal dipusatkan di Solo. Sekitar 101.000 orang diprediksi menghadiri acara yang digelar selama dua hari yakni Jumat-Sabtu (22-23/2/2019) itu.

Ketua Panitia Haul Gus Dur, Hussein Syifa, menjelaskan rangkaian acara bertema Srawung Kebangsaan tersebut dimulai dengan agenda khotmil Alquran pada Jumat pagi, selepas Subuh di Pondok Pesantren Al Muayyad, Solo.

Berikutnya, bedah buku berjudul Gus Dur Islam Nusantara dan Kewarganegaraan Bhineka oleh sang penulis, Ahmad Suedy, setelah Jumatan di tempat yang sama. Acara bedah buku rencananya dihadiri putri Gus Dur, Inayah Wahid, dan K.H. Muhammad Dian Nafi’.

Kemudian, pada Sabtu pagi pukul 09.00 WIB akan ada diskusi Mbabar Pitutur Kamanungsan Gus Dur di Pendapi Gede, Kompleks Balai Kota Solo. "Acara ini dihadiri K.H. Muhammad Dian Nafi’, Muhammad A.S. Hikam, dan Wahyu Muryadi, mantan kepala rumah tangga kepresidenan di masa Gus Dur menjadi presiden,” kata dia, saat jumpa pers di Rumah Makan Adem Ayem Solo, Kamis (21/2/2019).

Diskusi kemudian dilanjutkan kirab kebangsaan bertema Berjuta Warna Satu Jiwa Indonesia dengan start dari depan Stadion Manahan sekitar pukul 13.00 WIB dan berakhir di Stadion Sriwedari. Peserta kirab dari komunitas lintas agama diwajibkan membawa dan mengibarkan bendera merah putih, namun tidak diperkenankan membawa atribut kampanye.

“Kirab akan berhenti sebentar di depan Rumah Dinas Loji Gandrung untuk pembacaan Deklarasi Damai,” ucapnya.

Setelah kirab, puncak haul ke-9 Gus Dur bakal digelar di Stadion Sriwedari pada Sabtu malam dengan mengundang Presiden Joko Widodo, istri Gus Dur Sinta Nuriyah Wahid, Gus Mus, Mahfud M.D., dan sejumlah tokoh nasional lain.

“Undangan kepada Presiden Jokowi tidak ada kaitannya dengan politik. Kami mengundang beliau sebagai orang Solo yang pernah berinteraksi dengan Gus Dur. Utamanya, saat masih menjabat sebagai wali kota,” papar Hussein.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, Hari Prihatno, mengatakan rute kirab kebangsaan dimulai dari Stadion Manahan melewati Jl. Adisucipto-Overpass Manahan-Jl. Dr. Moewardi, Simpang Gendengan-Jl. Slamet Riyadi-Jl. Bhayangkara-Stadion Sriwedari.

Saat kirab berlangsung, jalan-jalan tersebut ditutup situasional mulai pukul 12.30 WIB. Jl. Bhayangkara mulai simpang tiga Sriwedari hingga simpang empat KONI lama ditutup. Selain itu, Jl. Adisucipto mulai Tugu Wisnu sampai simpang empat Mapolresta Surakarta, Jl. Yosodipuro mulai simpang empat Paragon sampai Jl. dr. Moewardi.

"Jl. Kalitan dan Jl. Slamet Riyadi mulai simpang empat Gendengan hingga Sriwedari juga ditutup,” jelas Hari.

Kantong parkir bagi seratusan ribu masyarakat yang hadir selain di tepi jalan, juga di Alun-alun Utara, Benteng Vastenburg, dan halaman Pura Mangkunegaran.