Tebing 10 Meter Longsor di Bulu Sukoharjo, Nyaris Kena Rumah

Personel BPBD Sukoharjo bersama warga dan TNI/Polri kerja bakti membersihkan material longsoran yang terjadi di Trites, Desa Kamal, Kecamatan Bulu, Sukoharjo, Kamis (21/2 - 2019). (Solopos/Indah Septiyaning W.)
21 Februari 2019 13:00 WIB Indah Septiyaning Wardhani Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO – Bencana tanah longsor menerjang wilayah Kamal, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, Rabu (20/2/2019) petang. Tebing setinggi 10 meter longsor dan nyaris menimpa rumah warga di RT002/RW 001 Trites, Desa Kamal.

Warga bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI dan polri melakukan kerja bakti dengan membersihkan material longsoran pada Kamis (21/2/2019) pagi. Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, bencana tanah longsor terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Saat itu wilayah Kamal diguyur hujan deras selama beberapa jam. Tingginya intensitas hujan tersebut menyebabkan tanah tebing menjadi lapuk hingga longsor.

Material longsoran bahkan nyaris menimpa rumah penduduk yang berapa dibawah tebing. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Warga kemudian mengevakuasi diri ke tempat aman. Sebagian warga lainnya melaporkan kejadian tersebut ke pihak desa yang selanjutnya ditindaklanjuti ke BPBD Kabupaten Sukoharjo.

"Kerja bakti kita fokuskan dengan membersihkan longsoran. Kami juga mengimbau warga untuk meningkatan kewaspadaan akan ancaman longsor," kata Camat Bulu Widyanto Setya.

Selain pembersihan lokasi, dia mengatakan juga memetakan lokasi rawan longsor lainnya. Pihaknya tidak ingin tanah longsor meluas ke lokasi lain.

Kepala BPBD Sukoharjo Sri Maryanto meminta warga di sekitar perbukitan atau tebing aktif melakukan pemantauan wilayah, utamanya saat hujan deras selama beberapa jam.

Apabila menemukan retakan tanah atau kerawanan tanah longsor, warga diminta segera melaporkan ke BPBD dan mengevakusi diri. Hal itu guna meminimalisasi terjadinya bencana alam yang bisa menimbulkan korban jiwa.

“Kondisi cuaca dalam beberapa pekan terakhir menunjukan grafik peningkatan curah hujan. Selain itu juga ditambah dengan angin kencang hampir merata disemua wilayah,” kata dia.

Menurutnya, kondisi hujan tidak hanya menyebabkan kerawanan banjir namun juga tanah longsor. Pihaknya terus memantau secara khusus di wilayah selatan Sukoharjo meliputi Kecamatan Tawangsari, Weru, dan Bulu karena rawan longsor.

Pemantauan dilakukan lantaran kondisi tanah di perbukitan atau tebing sebelumnya dalam kondisi kering setelah kemarau panjang. Kemudian, dia menambahkan menjadi basah dan banyak air akibat diguyur hujan deras dalam waktu lama. Kondisi tersebut menyebabkan tanah menjadi lembek dan rawan longsor.

“Tanah-tanah dengan kondisi muncul rekahan saat musim kemarau kemarin yang diwaspadai. Karena dari rekahan itu saat musim penghujan air akan masuk dan menyebabkan tanah menjadi lembek sehingga rawan longsor,” katanya.