Sukoharjo Dapat Nilai Akuntabilitas Terendah, Sekda: Semua OPD Harus Dievaluasi!

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo (tiga dari kanan), menunjukkan plakat nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) 2018 di Makassar, Rabu (19/2/2019). (Istimewa - Humas Setda Wonogiri)
21 Februari 2019 14:15 WIB Indah Septiyaning Wardhani Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo akan mengevaluasi program kerja seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).

Evaluasi dilakukan menyusul hasil evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP) Provinsi Jateng yang menempatkan Sukoharjo pada posisi bawah di antara 35 kabupaten/kota.

Sistem ini merupakan integrasi dari perencanaan, penganggaran, hingga pelaporan kinerja yang selaras dengan pelaksanaan sistem akuntabilitas keuangan daerah. Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Agus Santoso menilai perlu adanya perbaikan perumusan indikator kinerja utama dalam penyusunan rencana panjang jangka menengah daerah (RPJMD).

Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelbangda) sebagai leading sector akan mengoordinasikan perencanaan OPD tersebut. "Setiap OPD agar meninjau kembali indikator kinerja utama program atau kegiatan yang tercantum pada RPJMD," katanya, Rabu (20/2/2019) petang.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Solopos.com, Sukoharjo berada di peringkat paling bawah penilaian SAKIP 2018 dengan nilai 57,01 atau CC. Kondisi ini berbeda dengan Wonogiri yang memperoleh nilai 70,43 atau BB. Wonogiri masuk di antara empat daerah yang mendapat predikat BB.