Perahu Milik Eks Bupati Untung Wiyono Ikut Hiasi Taman Tirta Sari Sragen

Pekerja menggerinda besi pada dudukan perahu boat milik mantan Bupati Sragen Untung Wiyono yang dihibahkan ke Pemkab Sragen dan kini ditempatkan di Taman Tirta Sari, Sine, Sragen, Rabu (20/2/2019). (Solopos - Tri Rahayu)
22 Februari 2019 14:15 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Perahu boat milik mantan Bupati Sragen Untung Wiyono ikut menghiasi pinggir embung sisi timur Taman Tirta Sari, Sine, Sragen. Perahu tersebut tadinya berada di pinggir Waduk Kedung Ombo (WKO) wilayah Desa Duwet, Ngargotirto, Sumberlawang. 

Pantauan Solopos.com, Rabu (20/2/2019), beberapa pekerja tampak tengah memoles perahu itu. Sementara pekerja lainnya sibuk memindahkan generator mini dari lokasi kapal itu ke lokasi dermaga di pinggir embung sisi utara yang jaraknya sekitar 50 meter.

Suara mesin gerinda terdengar bising. Suara itu tak mengganggu Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sragen, Muhari, yang berdiri bersandar pada motor yang diparkir di dekat perahu itu.

Ia mengawasi pekerjaan perbaikan perahu boat yang diambil dari pinggir Waduk Kedung Ombo (WKO) wilayah Dukuh Duwet, Desa Ngargotirto, Sumberlawang, dua pekan lalu, itu. Muhari ingin memastikan pekerjaan tersebut bisa selesai tepat waktu, yakni akhir Februari.

Perahu yang tadinya kusam dan dikerumuni tanaman semak-semak lantaran terbengkalai selama 13 tahun di pinggir WKO, kini disulap layaknya perahu baru. Cat putih dan biru dominan pada kapal bermotor itu.

“Perahu ini sudah dihibahkan Pak Untung kepada Pemkab Sragen. Perahu ini diperbaiki dan didesain menjadi tempat swafoto. Kami akan memberi nama perahu ini dengan nama 'Tirta Sukawati'. Semua pekerjaan ini dilakukan dengan mendaur ulang bahan yang ada. Seperti tiang penyangga perahu setinggi 50 cm itu diambilkan dari besi bekas reklame di Dishub,” ujar Muhari saat berbincang dengan Solopos.com, Rabu.

Selain bisa swafoto di depan perahu, para pengunjung bisa menaiki perahu itu karena nantinya disiapkan tangga untuk naik. Perahu boat itu menjadi pemandangan utama yang terlihat dari gerbang masuk Taman Tirta Sari.

Perahu itu seperti ikon di taman itu. Sementara perahu peninggalan kolonial yang dievakuasi dari Plupuh masih teronggok tanpa penutup di dekat dermaga yang juga dibangun Dishub.

Perahu kolonial itu bukan tanggung jawab Dishub tetapi menjadi wewenang Dinas Lingkungan Hidup (DLH). “Dermaga sudah selesai 40%. Proses pekerjaan dermaga bersamaan dengan pekerjaan perbaikan perahu boat ini. Dua pekan lagi harapannya dermaga juga selesai. Konsepnya nanti seperti dermaga apung. Di tempat itu didesain juga menjadi wahana swafoto bagi pengunjung,” ujar Muhari.

Selain perahu yang dikelola Dishub, dari pintu gerbang Taman Tirta Sari itu pengunjung juga bisa melihat pojok baca atau semacam perpustakaan mini di dalam bus perpustakaan hasil hibah dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada 1990-an.

Bus yang sebelumnya digunakan untuk perpustakaan keliling itu sempat mangkrak selama 4-5 tahun. Daripada tidak bermanfaat, Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) memanfaatkan bus dengan pelat merah H 948 GH itu untuk perpustakaan mini di Taman Tirta Sari.

“Kami akan mengecat ulang. Nanti namanya diganti Pojok Baca Taman Tirta Sari. Bus itu bisa menampung setidaknya 5.000 eksemplar buku. Kami juga menyiapkan sarana untuk membaca bagi pengunjung secara lesehan maupun dengan kursi. Tempat sepeda di dekat lokasi itu dialihkan. Pengunjung bisa membaca dengan berteduh di rerimbunan tanaman,” kata Kasi Pemasyarakatan Perpustakaan dan Budaya Baca Dinas Arpusda Sragen, Karno, saat ditemui Solopos.com di sela-sela perbaikan bus itu, Rabu siang.

Semua biaya perlengkapan fasilitas taman merupakan gotong-royong dari semua organisasi perangkat daerah (OPD) karena tidak ada alokasi anggaran khusus di APBD 2019.