Unik, Gapura di Mojo Boyolali Ini Juga Jadi Media Edukasi Sejarah

Seorang warga melintas di Gapura Dusun Magersari RT 021/RW 008 di Desa Mojo, Kecamatan Andong, Boyolali, Rabu (20/2/2019). Gapura bergambar pahlawan nasional tersebut menjadi media edukasi sejarah bagi warga setempat. (Solopos - Nadia Lutfiana Mawarni)
22 Februari 2019 04:30 WIB Nadia Lutfiana Mawarni Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI—Sejak Perayaan ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) 2018, ada pemandangan berbeda pada salah satu gapura di sisi selatan jalan jalur Andong, Boyolali-Gemolong, Sragen.

Gapura tersebut merupakan pintu masuk ke Dusun Magersari RT 021/RW 008, Desa Mojo, Kecamatan Andong, atau tepat berada di seberang Mapolsek Andong.

Gapura ini sangat menarik perhatian Ahmad Romadhon, 13, siswa MTsN 1 Boyolali di Kecamatan Andong, yang kerap melintasi jalur itu saat pulang sekolah.

Sesekali, bocah laki-laki itu berhenti di depan gapura berwarna hitam setinggi kira-kira 10 meter tersebut. Dia lalu membaca beberapa kalimat perjuangan yang disertai gambar-gambar pahlawan nasional.

Terdapat gambar pasangan proklamator kemerdekaan Soekarno-Mohammad Hatta, juga beberapa pahlawan nasional yang diletakkan dalam satu bingkai. Beberapa pahlawan di antaranya Jendral Sudirman, sang pemimpin Perang Jawa, Wage Rudolf Supratman pencipta lagu Indonesia Raya, Bung Tomo pahlawan pertempuran Surabaya, dan Cut Nyak Dien pahlawan perempuan dalam perang Aceh. Gambar-gambar itu jamak ditemui di beberapa pecahan uang rupiah.

Sekumpulan pemuda membawa bambu runcing dan mengibarkan bendera merah-putih tampak dalam satu bingkai persegi. Gambarnya dibuat berwarna dengan dominasi warna coklat bambu dan wajah dengan kontur berteriak. Para pemuda di dalam gambar mengepalkan tangan menunjukkan suasana perang melawan penjajah.

Di sisi yang lain, kalimat-kalimat pekikan Soekarno bernada perjuangan tertulis berwarna putih. “A thousand of old man are just able to dream, but a young man is able to change the word.”

Kalimat yang berarti “ribuan orang tua hanya bisa bermimpi, namun seorang pemuda dapat mengubah dunia” ini, tertulis di samping gambar Sukarno yang tengah berpidato.

Kalimat lain dari Jendral Sudirman juga turut menghiasi sisi gapura tersebut. “Anak-anakku sekalian, terima kasih atas perjuangan kamu sekalian, sebagai tentara kamu sekalian telah menunjukkan tugasmu, tanpa perjuanganmu tidak mungkin kemenangan kita capai.” Begitu pesan Sudirman yang tertulis menghiasi gapura.

"Bagus, bisa tahu siapa saja pahlawan kita, sekarang gambar pahlawan tidak hanya ada di dalam buku sejarah," tutur Ahmad, saat berbincang dengan Solopos.com, Rabu (20/2/2019).

Unik

Kekaguman juga ditunjukkan pelajar MTs yang sama, Davi Ahmad. Davi yang kala itu berjalan bersama Ahmad tak mengalihkan pandangannya. "Bermanfaat untuk belajar," ujar dia.

Salah satu warga Kacangan, Suprapti, mengatakan dirinya sempat melihat beberapa warga menggarap gapura tersebut Agustus lalu. Mengecat ulang gapura kampung memang banyak dilakukan jelang perayaan kemerdekaan. "Tapi idenya unik, beda dari gapura lain yang ada di sini," ujar dia.