Pasutri Boyolali Meninggal Dimakamkan Tanpa Autopsi

Warga dan kerabat mengusung jenazah Muntamah ke permakaman Dusun Kiringan, Desa Manggis, Kecamatan Mojosongo, Boyolali, Jumat (22/2/2019). (Solopos - Akhmad Ludiyanto)
22 Februari 2019 16:15 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Jenazah pasangan suami istri (pasutri) Adek Hariyono, 47, dan Muntamah, 40 dimakamkan pada waktu dan tempat berbeda. Sementara itu, kedua jenazah batal diautopsi atas permintaan keluarga.

Adek dimakamkan di Dusun Gatak, Kelurahan/Kecamatan Mojosongo, Boyolali Kamis (21/2/2019) sekitar pukul 17.00 WIB, sedangkan Muntamah dimakamkan di Dusun Kiringan, Desa Manggis, Kecamatan Mojosongo, Boyolali, Jumat (22/2/2019).

Salah satu teman Adek, Andi, 30, mengatakan Dukuh Gatak merupakan daerah asal Adek sehingga ia dimakamkan di sana. “Sebelum menikah dengan Mbak Mumun [Muntamah], Adek memang tinggal di sini di rumah orang tuanya. Setelah menikah dia juga masih sering ke sini bersama anak-anaknya. Makanya pemakaman Adek juga di sini,” ujarnya saat ditemui wartawan seusai pemakaman, Jumat petang.

Menurutnya, kedua anak Adek saat ini juga tinggal bersama kakeknya di Gatak. “Anak-anak masih di sini. Kemarin pas kejadian itu mereka juga ada di sini,” imbuhnya.

Sementara itu, Muntamah dimakamkan di daerah asalnya, Dusun Kiringan, Desa Manggis, Jumat. Upacara permakaman dihadiri ratusan pelayat yang merupakan kerabat, tetangga, dan teman-teman Muntamah.

Kakak Muntamah, Margono, 50 saat ditanya mengenai alasan tempat permakaman adiknya yang berbeda dengan Adek enggan menjelaskannya. “Biar Mumun di sini saja,” ujarnya singkat di sela-sela acara.

Sementara soal nasib kedua anak Muntamah yang masih berusia 7 tahun dan 2,5 tahun, Margono mengaku dia lah yang akan merawat mereka. “Sementara anak-anak masih di sana [Gatak]. Nanti setelah ini mereda, anak-anak akan kami bawa ke sini. Biar kami yang akan merawat mereka,” ujarnya.

Jasad pasutri ini sebelumnya direncanakan diautopsi untuk diketahui penyebab meninggalnya. Namun keluarga meminta agar keduanya tak diautopsi karena kematian mereka dianggap sudah jelas penyebabnya.

“Iya. Kami yang meminta agar jenazah tidak diautopsi karena menurut kami sudah jelas penyebabnya dan keduanya juga meninggal dunia,” imbuh Margono.

Sementara itu, Kapolres Boyolali AKBP Kusumo Wahyu Bintoro membenarkan tidak akan ada autopsi terhadap kedua jenazah dan hanya dilakukan visum luar. “Keluarga sudah menerima semua ini dan tidak menghendaki autopsi sehingga jenazah langsung diserahkan kepada keluarga,” ujarnya kepada wartawan di Boyolali.

Adek dan Muntamah ditemukan meninggal di rumah yang mereka tinggali di RT 1/8 Kampung Harjomulyo, Kelurahan Siswodipuran, Kecamatan Boyolali Kota. Diduga, Adek terlebih dahulu membunuh Muntamah kemudian dia bunuh diri dengan cara gantung diri.