Kronologi Lengkap: Setelah Istri Meninggal, Suami di Boyolali Tulis Surat Lalu Bunuh Diri

Warga dan kerabat mengusung jenazah Muntamah ke permakaman Dusun Kiringan, Desa Manggis, Kecamatan Mojosongo, Boyolali, Jumat (22/2/2019). (Solopos - Akhmad Ludiyanto)
22 Februari 2019 18:35 WIB Akhmad Ludiyanto/Suharsih Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Kasus meninggalnya pasangan suami istri (pasutri) Boyolali yang mayatnya ditemukan di rumah mereka, RT 001/RW 008, Kampung Harjomulyo, Kelurahan Siswodipuran, Kecamatan Boyolali Kota, Kamis (21/2/2018), ditutup.

Autopsi untuk mengungkap penyebab pasti kematian pasutri bernama Adek Hariyono dan Muntamah itu batal dilakukan atas permintaan keluarga. Keluarga meyakini Muntamah dibunuh oleh suaminya, Adek Hariyono, kemudian Adek mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Kini pasutri itu sudah dimakamkan di daerah asal masing-masing.

Dugaan bahwa Adek membunuh istrinya sebelum gantung diri itu diperkuat surat yang diduga ditulis Adek. Surat itu mengonfirmasi kabar yang beredar sebelumnya bahwa pasutri itu sedang bermasalah dan hampir bercerai. Adek juga berpesan soal lokasi di mana ia ingin dimakamkan.

Pesan Terakhir

“Aku benci perceraian. Kuburen Gatak kabeh, anak gen cedak. Pakde meling Filia hukum aku ro Mumun nganti ko ngene tekone dewe’e. [Aku benci perceraian. Kuburlah di Gatak (tempat asal Adek) semua agar dekat dengan anak-anak. Pakde (konon merupakan panggilan akrab Adek) berpesan, Filia hukum aku dengan Muntamah sampai seperti ini karena dia]." Di bagian bawah surat ada tanda tangan Adek.

“Kami menduga kertas itu ditulis Adek. Itu kami temukan di salah satu meja di dalam rumah itu,” ujar Kapolsek Boyolali Kota AKP Purwanto mewakili Kapolres Boyolali AKBP Kusumo Wahyu Bintoro, Kamis (21/2/2019) petang.

Menurutnya, tulisan itu sengaja dibuat Adek untuk menyampaikan pesan sebelum dia mengakhiri hidupnya. Meski demikian, polisi tidak menyelidiki lebih lanjut karena korban dan terduga pelaku sama-sama meninggal dunia.

Sebagaimana diinformasikan, jasad Adek dan Muntamah ditemukan di rumah yang mereka tinggali di RT 001/RW 008 Kampung Harjomulyo, Kelurahan Siswodipuran, Kecamatan Boyolali Kota, Kamis sekitar pukul 10.00 WIB.

Kakak Muntamah, Margono, yang kebetulan melintas di depan rumah itu curiga melihat lampu rumah belum dimatikan. Khawatir terjadi sesuatu dia kemudian lapor polisi.

Masa Depan Anak

Saat polisi datang, mereka mendapati Adek sudah gantung di tangga menuju lantai II. Polisi kemudian menyusuri ruangan lain dan menemukan Muntamah tergeletak di kamar tidur, juga sudah tidak bernyawa. Ada luka lebam di leher Muntamah.

"Saya meyakini Adek yang membunuh Muntamah, lalu dia [Adek] bunuh diri dengan menggantung,” ujar Margono.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Solopos.com, Adek tak diketahui jelas pekerjaannya. Para tetangga hanya tahu Adek sering dimintai bantuan menjadi sopir. Sedangkan Muntamah bekerja sebagai pedagang pakaian di Pasar Mojosongo. Seorang tetangga mengaku sering dicurhati Muntamah soal masalah ekonomi keluarganya.

Pasutri itu dikaruniai dua orang anak, masing-masing berusia 7 tahun dan 2,5 tahun. Kedua anak tersebut saat ini berada di rumah orang tua Adek di Dusun Gatak, Kelurahan/Kecamatan Mojosongo, Boyolali. Namun, kakak Muntamah, Margono, mengatakan akan mengasuh kedua keponakannya itu.