Ki Prana Lewu Tegaskan Pencarian Alvi di Gunung Lawu Bukan Untuk Sensasi

Ki Prana Lewu. (Instagram/kipranalewu)
22 Februari 2019 20:35 WIB Ginanjar Saputra Karanganyar Share :

Solopos.com, SOLO — Praktisi spiritual Ki Prana Lewu menegaskan pencarian Alvi Kurniawan di Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah (Jateng) yang ia lakukan bersama beberapa orang sukarelawan, sejak 11 Februari 2019 hingga 13 Februari 2019, bukan bertujuan mencari sensasi maupun popularitas. Ki Prana Lewu yang mendaki Gunung Lawu dari Candi Cetho telah mengakui gagal menemukan Alvi..

Paranormal berambut panjang tersebut mengungkapkan pencarian yang ia lakukan murni atas dasar rasa kemanusiaan dan kepeduliaannya terhadap Alvi Kurniawan, pendaki asal Magelang yang hilang di Gunung Lawu sejak 1 Januari 2019 silam.

"Kita terjun ke sana karena antusias teman-teman pendaki untuk meminta saya terutama melakukan pencarian. Maka saya terjun ke sana dan bermodalkan perlengkapan selama pencarian, termasuk membawa HT dan informasi ke Cetho dan saya bukan anak gunung, saya tidak tahu komunitas-komunitas pendaki," ucap Ki Prana Lewu melalui layanan Instastories di akun Instagramnya, @kipranalewu, Kamis (21/2/2019).

Ki Prana Lewu menegaskan pencariannya di Gunung Lawu sudah sesuai dengan prosedur yang ditentukan. Ia bahkan tak jarang melaporkan kegiatannya di Gunung Lawu kepada sukarelawan di Candi Cetho.

Pengisi acara Kabar Misteri di salah satu stasiun televisi lokal di Jakarta tersebut menegaskan pencarian Alvi Kurniawan yang ia lakukan bukan untuk mencari sensasi, terlebih popularitas.

"Paling enggak kami sudah berusaha menyelesaikan misi dan janji kepada teman-teman semua untuk datang ke Lawu. Saya enggak butuh pansos [panjat sosial] dan popularitas. Saya sudah cukup dikenal. Karier saya dari 2011. Dan saya lagi naik-naiknya justru saya mengundurkan diri dari salah satu program misteri," ungkapnya.

Untuk tim Kabar Misteri yang ikut dalam pencarian tersebut, Ki Prana Lewu menegaskan bukan dirinya yang mengajak, namun memang kru Kabar Misteri yang ingin ikut untuk melakukan dokumentasi. "Itu juga mereka enggak bareng kita semua dan saya rasa itu adalah hal yang wajar karena ada relawan yang membantu untuk mendokumentasikannya. Makanya saya laporan untuk setiap kegiatan," lanjut Ki Prana Lewu.

Selain itu, Ki Prana Lewu menegaskan ia tak mengambil keuntungan apa pun dari pencarian itu. Ia hanya mengajak sembilan sukarelawan demi untuk meminimalkan hal-hal yang tak diinginkan saat mendaki Gunung Lawu. Ki Prana Lewu bertanggung jawab penuh atas pendakian tersebut.

Di akhir pernyataannya, Ki Prana Lewu menyerahkan semua penilaian terhadap masyarakat atas pencarian Alvi Kurniawan di Gunung Lawu yang ia lakukan. Sebelumnya, Ki Prana Lewu memang sempat dikritik warganet karena dianggap memanfaatkan pencarian Alvi di Gunung Lawu sebagai konten acara televisi.

"Baik atau buruk pandangan kalian, itu bukan urusan kami. Paling enggak kita sudah membuktikan dan memenuhi janji bahwa saya sudah melakukan pencarian di sana. Kurang lebihnya mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya. Sebaik-baiknya manusia, adalah manusia yang bermanfaat buat kita semua dan orang lain," pungkas Ki Prana Lewu.

Diberitakan sebelumnya, Ki Prana Lewu bersama sembilan sukarelawan memang mendaki Gunung Lawu untuk mencari Alvi Kurniawan pada 11 Februari 2019 hingga 13 Februari 2019. Sedangkan Alvi Kurniawan yang merupakan pendaki asal Mejing, Candimulyo, Magelang, dilaporkan hilang di Gunung Lawu saat turun dari Pos V menuju Pos IV pada 1 Januari 2019.