Pilkades Serentak Karanganyar, 19 Kades Petahana Tumbang

ilustrasi pilkades, pemilihan kepala desa. (Solopos/Whisnu Paksa)
22 Februari 2019 17:30 WIB Sri Sumi Handayani Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Sejumlah kepala desa petahana tumbang pada pemilihan kepala desa serentak di 145 desa di Kabupaten Karanganyar pada Rabu (20/2/2019).

Data yang dihimpun Solopos.com dari berbagai sumber, Kamis (21/2/2019), kepala desa (kades) petahana yang tumbang ada di setiap kecamatan yang menyelenggarakan pilkades serentak.

Paling mencolok di Kecamatan Jatipuro. Pilkades di Jatipuro diikuti sepuluh desa. Seluruhnya dimenangi figur baru. Tak ada seorang pun kades petahana menang dalam pilkades serentak di Kecamatan Jatipuro.

Camat Jatipuro, Eko Budi Hartoyo, menjelaskan seluruh kades terpilih di kecamatan itu adalah figur baru. Eko menceritakan kades terpilih di Desa Jatipurwo dan Jatiroyo sebelumnya pernah menjabat kepala desa beberapa periode yang lalu. Kades terpilih di Desa Jatisobo figur baru karena kades meninggal dan digantikan pejabat sementara kades.

"Tumbang kabeh [kades petahana]. Lagi ungsum kayane. Warga kan bisa mbiji, bisa menilai. Kalau saya yang penting adem, ayem, lancar, dan gelem nyambut gawe," kata Eko saat dihubungi Solopos.com, Kamis.

Hasil penghitungan Solopos.com, 59 kades petahana bertahan pada pilkades serentak Rabu lalu. Paling banyak di Kecamatan Jumapolo, yakni sembilan orang kades petahana dari 12 desa penyelenggara pilkades seretak mempertahankan jabatan mereka. Sementara itu, 19 kades petahana tumbang dalam pilkades serentak itu.

Di kecamatan lain rata-rata dua orang hingga lima orang kades petahana yang menang. Sisanya, 86 kades terpilih adalah figur baru. Kepala Bagian Pemerintahan Desa dan Kelurahan Sekretariat Daerah Kabupaten Karanganyar, Timotius Suryadi, menjelaskan data laporan cepat hasil pilkades serentak 2019.

Jumlah pemilih yang masuk di dalam daftar pemilih tetap (DPT) pilkades di 145 desa adalah 546.714 orang. Jumlah suara sah 434.054 dan jumlah suara tidak sah 6.277. Angka kehadiran pemilih 440.331 orang dan tidak hadir 106.383 orang.

"Persentase kehadiran 80,55%. Laporan cepat itu kami himpun dari setiap desa. Di sana ada petugas yang kami minta mengirim laporan melalui Whatsapp. Laporan BPD [Badan Permusyawaratan Desa] kepada Bupati Karanganyar kami tunggu paling lama dua hari. Itu sesuai ketentuan," ujar dia.

Materi laporan cepat yang berhasil dihimpun seluruhnya pada Rabu (20/2/2019) malam mencakup nama desa, jumlah pemilih di DPT, suara sah, suara tidak sah, pemilih yang hadir, pemilih yang tidak hadir, persentase kehadiran, nomor urut calon, nama calon kades, perolehan suara, dan keterangan terpilih atau tidak.

Ada informasi tentang salah seorang pemilih di Desa Sringin, Kecamatan Jumantono, yang diketahui tinggal di luar Kabupaten Karanganyar. Kepala Seksi) Tata Pemerintahan Kecamatan Jumantono, Gunawan, menjelaskan persoalan tersebut sudah diselesaikan.

"Dia masih tercatat sebagai warga Desa Sringin. Tercantum di DPT dan KTP-nya adalah KTP Karanganyar. Secara hukum masih sah memilih. Sudah kami selesaikan bersama panitia pilkades, calon kades, kepolisian, dan babinsa. Calon kades tidak mempermasalahkan. Dia boleh menggunakan hak pilih," ujar Gunawan saat dihubungi Solopos.com, Kamis.

Solopos.com juga menerima informasi gangguan keamanan di Desa Kebak, Kecamatan Kebakkramat. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan aksi sejumlah orang di salah satu dusun di Desa Kebak. Penjabat Camat Kebakkramat, Dwi Cahyono, menjelaskan persoalan itu sudah ditangani dan rampung.

"Kami memanggil calon kades. Itu kan simpatisan mereka. Sudah rampung. Muncul kesepakatan hitam di atas putih. Mereka membuat pernyataan. Selesai secara damai," ujar Dwi saat dihubungi Solopos.com.