Seusai Pilkades, Warga Sroyo Karanganyar Demo Tuntut Kadus Dicopot

Warga Dukuh Sroyo menggeruduk Kantor Desa Sroyo, Jaten, Karanganyar, Jumat (22/2/2019). (Solopos - Ponco Suseno)
22 Februari 2019 20:15 WIB Ponco Suseno Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Warga wilayah RW 009 dan 010, Sroyo, Desa Sroyo, Kecamatan Jaten, Karanganyar, berunjuk rasa menuntut agar kepala dusun (kadus) daerah setempat, Didik Nugroho, dicopot dari jabatannya, Jumat (22/2/2019).

Penyebabnya, Didik dinilai sering bikin gaduh dan tak netral saat Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sroyo, Rabu (20/2/2019). Berdasarkan pantauan Solopos.com, ratusan di Dukuh Sroyo mendatangi Kantor Desa Sroyo, Jumat pukul 15.00 WIB.

Warga membentangkan spanduk, di antaranya bertuliskan "Turunkan Bayan Sroyo". Selanjutnya, perwakilan warga Sroyo beraudiensi dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Sroyo yang dikomandoi Penjabat Kades Sroyo, Eko Marwanto. Turut hadir dalam audiensi itu, Camat Jaten, Aji Pratama Heru K.

Sejumlah anggota Polsek Jaten dan Koramil Jaten menjaga keamanan di sekitar kantor desa. “Aksi ini didasari tindakan Bayan Didik [Kadus Sroyo]. Persoalannya banyak. Yang bersangkutan sering menggunakan fasilitas aula dusun hingga larut malam hingga sikapnya selaku perangkat desa [perdes] yang nyata-nyata tak netral saat pilkades beberapa waktu lalu. Untuk itu, kami minta yang bersangkutan dicopot dari jabatannya,” kata koordinator aksi Mustofa, 28, saat ditemui Solopos.com di sela-sela aksi demonstrasi di Desa Sroyo, Jumat.

Hal senada dijelaskan warga Dukuh Sroyo lainnya, Samsudin, 46. Aksi warga di balai desa guna menyuarakan aspirasi warga atas sikap Kadus Sroyo, Didik Nugroho, yang dinilai sering bermasalah.

“Aksi di sini tak ada kaitannya dengan hasil pilkades. Hal yang dipersoalkan itu sikap Kadus [Didik] yang tak netral saat pilkades. Ini harus diproses lebih lanjut,” katanya.

Terpisah, Pj. Kades Sroyo, Eko Marwanto, mengaku sudah menerima laporan dari warga Sroyo secara lisan. Berikutnya, warga Sroyo yang mempersoalkan sikap Kadus Sroyo diminta segera membuat laporan secara tertulis ke pemdes.

“Kami baru memperoleh informasi dari warga ini tadi [kemarin]. Tadi disampaikan secara lisan tentang sikap Pak Bayan [Kadus Sroyo] yang dinilai bermasalah oleh warga. Dasar tertulis itu akan kami sampaikan ke Pemkab. Pak Didik ini merupakan kadus yang baru menjabat sejak tujuh bulan lalu,” katanya.

Pilkades Sroyo diikuti dua calon kepala desa (cakades), yakni Yulianto asal Dukuh Karangasem dan Fajri Kurniawan asal Sroyo. Hasil pilkades dimenangi Yulianto dengan perolehan 3.210 suara. Selisih perolehan suara Yulianto dengan Fajri mencapai 496 suara.

“Saya tegaskan di sini, aksi warga tadi [kemarin] tak ada kaitannya dengan hasil pilkades. Pelaksanaan pilkades di sini berlangsung lancar. Yang dipersoalkan warga soal sikap pak bayan. Kami pun akan menunggu laporan tertulis terlebih dahulu. Selanjutnya, kami serahkan ke Pemkab,” katanya.