Prinsip Sukses Bisnis ala Jumariyanto Regar Sport: Teman Itu Sukses Bareng

Bos Regar Sport, Jumariyanto. (Istimewa)
22 Februari 2019 19:40 WIB Chelin Indra Sushmita Wonogiri Share :

Solopos.com, SOLO – Jumariyanto, seorang pengusaha asal Wonogiri, Jawa Tengah, membagikan rahasia suksesnya merintis bisnis. Pria berusia 38 tahun ini menggeluti bisnis jersey online yang diberi nama Regar Sport.

Bisnis beromzet miliaran rupiah ini dirintis sejak 2014 lalu. Kerja keras, kesabaran, serta doa yang tak pernah putus membuat Jumariyanto sukses membangun bisnis dan menginspirasi orang lain. Rupanya, sejak kecil dia memang menjadi panutan bagi saudaranya.

Saat masih di bangku SMP, Dwi Riadi (Ari), 35, tak tahu jika kakaknya, Jumariyanto, 38, memberikan uang saku miliknya demi Ari bersekolah. Jumariyanto lantas memutuskan pergi ke SMAN 1 Wonogiri jalan kaki dan tanpa uang saku.

Yang Ari tahu hari itu kakaknya berangkat pagi-pagi sekali. Ternyata, kakaknya berjalan sejauh tiga kilometer dari rumahnya di Doho, Girimarto, ke Watugede. Kebetulan, tiba di Watugede kakaknya mendapatkan tumpangan ke Wonogiri. Cerita itu Jumariyanto sampaikan saat adiknya duduk di bangku SMA beberapa tahun kemudian.

“Setelah SMA, saya baru tahu. Saat itu uang saku dari orang tua hanya cukup untuk satu anak. Mas Jum berikan uang itu untuk saya. Dari situ saya paham, saat ada masalah, Mas Jum selalu menyimpan seolah-olah semua baik-baik saja. Ketika semua baik-baik saja, baru dia cerita apa masalah yang pernah dilaluinya. Dia enggak mau merepotkan saudaranya,” kenang Ari, saat berbincang dengan Espos belum lama ini di kantor PT Regar Sport Industri Indonesia (PT RSII), Kaloran, Wonogiri.

Ari memandang Jumariyanto sebagai teladan bagi adik-adiknya. Di dalam kehidupan sehari-hari Jumariyanto dikenal sebagai demokrat sejati. Semua keputusan, selalu dimusyawarahkan bersama adik-adiknya dan keluarga.

“Hal itu terbawa ke iklim Regar Sport. Mas Jum orang nomor satu di Regar Sport. Setiap keputusan selalu dibicarakan bersama. Tak pernah ia melakukan sesuatu dengan memaksa,” ujar Wakil Direktur II PT RSII itu.

Lain halnya dengan Herlan Effendhi, salah satu agen PT RSII. Herlan terbilang orang paling awal menemani perjalanan bisnis Jumariyanto meski putus-nyambung. Ia pernah ikut berjualan beras. Namun, ia tak ikut Jumariyanto membuat usaha lele dan singkong. Ia lalu bergabung lagi dengan bisnis Jumariyanto menjadi reseller produk sepatu voli.

“Awalnya saya enggak yakin sama bisnis reseller ini. Sebab, sebelumnya juga sering gagal. Pak Jum lalu minta dibuatkan fanpage. Lalu, saya tinggal. Beberapa bulan kemudian saya cek, penyuka sudah ribuan. Saya enggak menyangka,” tutur pria asal Selorejo, Girimarto.

Usaha reseller itu berkembang jadi usaha sablon. Kini, berkembang lagi jadi konfeksi dengan teknik printing. Saat itu, Herlan memegang lini produksi Regar Sport. Per November 2016, ia diangkat menjadi agen Regar Sport.

“Saya itu enggak mudheng sama sekali soal marketing. Tapi, Pak Jum selalu mendukung. Saya diajari jurus-jurus marketing-nya. Saya lakukan semua. Hasilnya, omzet saya terus naik bahkan tembus Rp160 juta pada Oktober 2018,” kenang dia.

Dari situlah, Herlan mulai yakin bahwa apa yang disampaikan Jumariyanto kepadanya benar. Bagi Herlan, Jumariyanto adalah guru marketing yang tak egois. Salah satu prinsipnya, Jumariyanto ingin orang-orang di sekelilingnya sukses dahulu, baru dirinya kemudian.

“Pak Jum selalu bilang sukseskan dulu temanmu, baru sukseskan dirimu sendiri. Saya pun begitu,” kata pria yang mempunyai sambilan sebagai guru olahraga suatu SD di Girimarto.

Kakak tingkat Jumariyanto di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), dulu STPDN, Antonius Indro Sudaryanto, punya penilaian sendiri. Indro mengenal Jumariyanto sebagai sosok yang berani melawan arus dan membuat arus sendiri. Hal itu tecermin dalam setiap bisnis yang dibuatnya.

“Dia [Jumariyanto] banyak bikin usaha tapi gagal. Saya juga awalnya enggak percaya bisnis ini [Regar Sport]. Padahal, tiap malam saya nongkrong di rumahnya di Kaloran. Setiap kali Jumariyanto mengajak, saya menolak,” kenang dia.

Lambat laun, Indro mulai terdesak kebutuhan ekonomi. Dia pun mencoba menjajal bisnis Regar Sport yang ditawarkan Jumariyanto, delapan bulan lalu. Saat itu, ia merasa awam soal marketing apalagi digital marketing. Jumariyanto memintanya menggunakan Facebook-nya lagi. Namun, postingan terakhir di akunnya sekitar 2013 atau lima tahun lalu. Indro kini memiliki empat customer service. Omzetnya kini nangkring di jajaran 10 besar tertinggi Regar Sport.

“Saya di-drill soal pelayanan oleh Jumariyanto, padahal dia adik kelas saya. Saya senang melakukan itu. Bagi saya, senioritas itu bukan soal siapa lahir duluan, tapi soal kompetensi,” tutur Indro.