638 Calon PPPK di Sragen yang Ikut Tes Dipastikan Lolos 100%

Sejumlah pegawai honorer eks K2 menyerahkan berkas kepada para petugas di dalam aula BKPP Sragen, Selasa (19/2/2019). (Solopos - Tri Rahayu)
23 Februari 2019 01:00 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN — Sebanyak 638 calon pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di Kabupaten Sragen siap mengikuti computer assisted test (CAT) ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di SMKN 2 Sragen, Sabtu-Minggu (23-24/2/2019). Semua atau 100% dipastikan lolos.

Mereka dipastikan lolos karena tidak ada ketentuan passing grade seperti dalam seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018. Penjelasan tersebut disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sragen Sarwaka bersama Kabid Perencanaan dan Penataan Pegawai BKPP Sragen, Dwi Agus Prasetyo, saat berbincang dengan Solopos.com di BKPP Sragen, Jumat (22/2/2019).

Sarwaka dan Agus sudah melakukan uji coba CAT UNBK di SMKN 2 Sragen pada Jumat pagi hingga siang. Mereka juga memastikan segala persiapan untuk CAT UNBK bisa dijalankan dengan baik.

BKPP menyiapkan tujuh ruang dan masing-masing ruang terdapat 25 unit komputer (PC) plus dua komputer cadangan per ruang. BKPP menargetkan ujian 175 peserta CAT UNBK bisa selesai pada hari pertama tes. Selebihnya dilanjutkan pada hari kedua, Minggu (24/2/2019).

“Hasil verifikasi awal ada 635 orang yang memenuhi syarat. Hingga Jumat ini bertambah tiga orang, yakni dua orang kiriman dari provinsi dan satu orang yang sebelumnya tidak memenuhi syarat [TMS] menjadi memenuhi syarat (MS) karena setelah diteliti ulang memiliki ijazah liner. Jadi yang TMS tujuh orang dari total pendaftar 645 orang dan kuota 689 lowongan,” jelas Agus.

Ke-638 orang akan mengikuti dua jenis tes di SMKN 2 Sragen, yakni tes kompetensi dan tes wawancara. Tes kompetensi terdiri atas tes managerial, sosiokultural, dan teknis. Sementara tes wawancara juga dilakukan dengan model CAT. Tes kompetensi berlangsung selama 100 menit dan tes wawancara selama 20 menit.

Sarwaka menambahkan peserta hadir satu jam sebelum tes dan mengenakan pakain atas putih dan bawahan hitam. Peserta wajib membawa kartu ujian, kartu tanda penduduk (KTP), dan pensil 2B.

Tes pada hari pertama terbagi atas empat sesi dengan durasi 2 jam per sesi. Sesi pertama pukul 07.30WIB-09.45 WIB untuk persiapan tes. Dia mengatakan tes sebenarnya dilakukan pada sesi kedua, pukul 10.00 WIB-12.15 WIB, sesi ketiga pukul 13.00 WIB-15.15 WIB, dan sesi keempat pukul 15.30 WIB-17.45 WIB.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen, Tatag Prabawanto, menyampaikan Pemkab Sragen sudah mengalokasikan Rp28,3 miliar untuk gaji PPPK pada APBD 2019. Anggaran tersebut sudah termasuk gaji ke-14 bagi PPPK yang diangkat.

“Semua PPPK yang lolos seleksi digaji tanpa terkecuali. Para calon PPPK yang ikut tes dipastikan lolos 100% kecuali mereka tidak mengerjakan soal sama sekali. Perbandingan 1:0, jadi tidak ada yang tidak diterima. Kalau ada eks K2 yang tidak diterima maka K2 itu dipertanyakan apakah KW-1 atau KW-2. Database K2 yang diberikan BKN sudah sesuai dengan data dari Kemenpan & RB dan linier,” tambah dia.