Longsor Terjang 3 Desa di Sambirejo Sragen, 2 Warga Terluka

Warga dan sukarelawan BPBD serta tim SAR bekerja bakti membersihkan material longsor di rumah Sukimin di Dukuh Bayanan, Desa Jambeyan, Sambirejo, Sragen, Sabtu (23 - 22019). (Istimewa/BPBD Sragen)
23 Februari 2019 17:30 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN — Tanah longsor menerjang tiga desa di wilayah Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Jumat (22/2/2019) sore. Bencana Sragen tersebut mengakibatkan tiga rumah warga rusak dengan total kerugian material Rp60 juta dan dua warga mengalami luka ringan.

Camat Sambirejo Nugroho Dwi Wibowo bersama Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, Sugeng Priyono, mengoordinasi untuk kerja bakti atau gotong-royong untuk mengevaluasi material longsor pada Sabtu (23/2/2019) pagi.

Warga dan para sukarelawan BPBD serta tim search and rescue (SAR) lainnya bersama warga setempat bahu-membahu dalam kerja bakti tersebut.

Bowo, sapaan Camat Sambirejo, menyampaikan peristiwa longsor di tiga desa terjadi pukul 16.40 WIB. Longsor kali pertama melanda Dukuh Kliro RT 016, Desa Dawung, Sambirejo. Akibatnya dinding garasi rumah milik Rini Andika, 49, roboh dan terbawa arus Sungai Kliro.

“Di Kliro itu berawal dengan banjir luapan Sungai Kliro. Dinding garasi milik Rini itu berukuran tinggi 2 meter dan panjang 6 meter yang terbuat dari tembok. Dinding longsor dan hanyut terbawa arus air. Akibatnya, korban mengalami kerugian material Rp8 juta,” ujarnya saat dihubungi solopos.com, Sabtu siang.

Bowo melanjutkan longsor kedua terjadi di wilayah Dukuh Bayanan RT 013, Desa Jambeyan, Sambirejo yang menimpa rumah milik Sukimin Mulyo Utomo dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp45 juta.

Dia mengatakan rumah Sukimin roboh dan beberapa material bangunan sempat mengenai dua orang hingga mengalami luka ringan di bagian tangan dan kaki. “Yang terluka salah satunya Sukimin sendiri. Sukimin reflek menghindar saat bagian belakang rumah jebol dan roboh,” tuturnya.

Bowo mengungkapkan longsor ketiga terjadi di Dukuh Jenggrik RT 040, Desa Sambi, Sambirejo. Sebuah bangunan bekas pangkalan kayu milik Mujiono longsor saat hujan deras mengguyur selama tiga jam, yakni mulai pukul 15.00 WIB-18.00 WIB.

Bangunan yang terkena material longsor itu berukuran tinggi 3 meter dan panjang 8 meter. “Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu tetapi kerugian diperkirakan Rp7 juta. Saya bersama Kepala Pelaksana BPBD langsung memimpin kerja bakti di tiga lokasi tersebut,” ujarnya.

Kepala Pelaksana BPBD Sragen, Sugeng Priyono, menyampaikan kejadian longsor itu baru dilaporkan pada pukul 20.10 WIB. Dia mengatakan istri Sukimin, Marinem, mengalami luka ringan di bagian lengan karena terkena material bangunan yang dihantam material longsor. “Yang rusak bangunan dapur dan dua tempat tidur yang tidak bisa digunakan,” ujarnya.