Begini Sejarah Usaha Kuliner Sop Ayam Pak Min Klaten yang Melegenda

Tukiman "Ragil" salah satu pemilik Sop Ayam Pak Min. (Solopos - Cahyadi Kurniawan)
23 Februari 2019 10:00 WIB Cahyadi Kurniawan Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN – Berjalan melintasi Kabupaten Klaten dan sekitarnya, cukup mudah ditemui umbul-umbul warna hijau bertuliskan "Sop Ayam Pak Min". Sup ini menjadi salah satu kuliner legendaris asal Klaten.

Solopos.com berusaha menelusuri bagaimana asal-usul sup yang dikenal gurih berisi soun, seledri, dan daging ayam ini. Solopos.com bertemu putra keempat pendiri Sop Ayam Pak Min, Tukiman " Ragil", 42, di rumahnya Dukuh Semangkak, Desa Semangkak, Klaten Tengah, Klaten, belum lama ini.

"Ini kan usaha orang tua, mungkin lebih dari 50 tahun," kata Ragil, memulai pembicaraan di teras rumahnya.

Dikisahkannya, Sop Ayam Pak Min kali pertama dibikin oleh mendiang pasangan suami-istri, Tugimin Mangun Suwito, 80, dan Wagiyem, 85. Tugimin semula bekerja serabutan mulai dari tukang becak, makelar sepeda hingga pernah menjadi veteran.

Ketika memiliki empat anak, Tugimin terinspirasi dari bibinya yang berjualan sup di daerah lain. Tugimin kala itu tinggal di Semangkak. "Bulek jualan sup juga tapi isinya kubis dan wortel. Sedangkan, sama bapak diganti jadi soun, seledri, dan ayam," imbuh Ragil.

Tugimin dan Wagiyem lantas menjajakan sup dengan dipikul dari kampung ke kampung. Lambat laun, makin banyak pelanggannya. Usahanya berkembang dan mulai mencari tempat untuk warung sup pertamanya, yakni di emperan toko (perko) dekat Masjid Raya Klaten. Dari sana, usahanya makin maju hingga akhirnya bisa membeli ruko di Pasar Klaten.

Sop Ayam Pak Min kemudian untuk kali pertama membuka cabang di Pandanrejo, depan Kantor Inspektorat Klaten pada 1999. Pembukaan cabang itu atas inisiasi Ragil dengan modal dari pesangon setelah di-PHK dari perusahaan saat terjadi kerusuhan 1997.

"Sebelumnya saya sering diminta bantu bapak di pasar bikin sup. Dari situ kemudian berani membuka cabang," kenang Ragil.

Dibukanya cabang membikin semakin berkembang pelanggan supnya. Menu yang semua sama berupa nasi, ayam, sayuran, dan kuah, berkembang mengikuti permintaan pelanggan. Ada pelanggan meminta paha dipotong-potong, kepala, dan bagian lainnya. Sejak itulah muncul konsep sup pisah. Sekarang Sop Ayam Pak Min memiliki 13 menu dan beberapa jenis minuman.