Solopos Hari Ini: Jangan Kasih Kendur Garuda!

Harian Umum Solopos edisi Minggu (24/2 - 2019).
24 Februari 2019 11:10 WIB Ginanjar Saputra Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Indra Sjafri pernah memiliki momen indah ketika bertemu tim Vietnam di final Piala AFF U-19 2013 silam. Kala itu, Timnas U-19 berhasil menjadi juara seusai mengalahkan Vietnam dengan skor 7-6 (0-0) lewat drama adu tendangan penalti.

Padahal Vietnam kala itu melangkah ke final dengan status tak terkalahkan. Kemenangan tersebut juga menjadi balasan atas kekalahan Indonesia dengan skor 1-2 di fase grup.

Enam tahun berselang, laga alot antara Indonesia kontra Vietnam berpotensi kembali terjadi di semifinal Piala AFF U-22 yang digelar di Olympic Stadium, Phnom Penh, Kamboja, Minggu (24/2). Di turnamen ini, Vietnam kembali membuktikan kematangan mereka dalam pembinaan pemain muda dengan memuncaki klasemen Grup A mengoleksi tujuh poin mengungguli Thailand di posisi kedua.

Kabar mengenai Piala AFF U-22 itu menjadi headline pada Harian Umum Solopos edisi hari ini, Minggu (24/2/2019). Berita itu bisa dibaca selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Selain itu, di halaman utama Harian Umum Solopos edisi hari ini juga dihiasi kabar Haul ke-9 Gus Dur di Kota Solo. Acara tersebut diwarnai dengan hujan yang mengguyur.

Meneladani Kemanusiaan K.H. Abdurrahman Wahid

Bertepatan dengan Haul ke-9 Gus Dur, yang digelar di Kota Bengawan, sejumlah orang dekat membagikan pengalaman mereka melihat sisi kemanusiaan Presiden keempat Republik Indonesia itu. Masih lekat dalam ingatan Wahyu Muryadi, momentum K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) melangkah ke beranda Istana Kepresidenan sembari melambaikan tangan dengan menggunakan celana kolor pendek dan kaus oblong.

Disambut riuh tepuk tangan pendukungnya, Presiden keempat RI itu terlihat begitu rileks ketika diminta meletakkan jabatan. Sesaat sebelum kejadian tersebut, sebagai Kepala Biro Protokol Istana Negara waktu itu, Wahyu diberi informasi beberapa dokter kepresidenan bahwa tekanan darah Sang Presiden sedang tinggi.

Simak secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Harian Umum Solopos edisi Minggu juga menyajikan halaman Pesona Pariwisata. Ada ulasan mengenai Gunung Alpen di halaman Pesona Pariwisata.

Alpen dari Gunung Pilatus

Ada adagium, belum ke Swiss kalau belum naik ke Alpen. Swiss dan pegunungan Alpen memang sudah sepaket, tidak dipisahkan. Bahkan, Duta Besar Indonesia untuk Swiss dan Liechtenstein, Muliaman D. Hadad, bercerita orang-orang Jerman dan Prancis–dua negara yang berbatasan dengan Swiss–menyebut orang Swiss sebagai orang gunung.

Sulit, sungguh sulit sekali memilih gunung mana yang hendak dikunjungi. Sebab, hampir semua gunung menawarkan pemandangan indah rupawan khas daratan tinggi Swiss. Awalnya, saya sangat ingin pergi ke Gunung Titlis. Namun sayang sekali, tepat waktu itu Gunung Titlis justru sedang ditutup, sebagai persiapan menjelang winter atau musim dingin.

Baca secara lengkap di: E-Paper Solopos.