Kata Rektor UTP Solo Sarjana Hanya Identitas, Kenapa?

Teguh Santosa (kiri) berasama Rektor UTP, Tresna Priyana Soemardi (tengah), dan Danarti Karsono (kanan) di Goela Klapa Resto, Jumat (22/2 - 2019) (Tamara Geraldine)
24 Februari 2019 15:28 WIB Tamara Geraldine Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Rektor Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Solo Tresna Priyana Soemardi mengatakan gelar sarjana yang diraih para wisudawan hanya sebuah identitas.

Identitas, menurut dia, bukanlah hal penting. Yang lebih penting adalah personalitas yang merupakan perwujudan karakter para wisudawan. Personalitas lebih menentukan kehidupan seorang sarjana di masyarakat.

“Jangan sampai identitas mengalahkan personalitas. Tetap kembangkan inovasi baru. Inovasi yang membuat bangsa Indonesia berhasil keluar dari krisis ekononi pada 1998,” ujarnya dalam jumpa pers wisuda ke-78 Program Sarjana (S1) di Rumah Makan Goela Kelapa Resto, Solo, Jumat (22/2/2019).

Seorang sarjana wajib melahirkan inovasi baru berdasarkan ilmu yang telah diperoleh dari bangku kuliah. “Inovasi kreativitas terbukti dapat mengubah jalan hidup banyak orang di seluruh dunia,” ujarnya.

Acara dihadiri Wakil Rektor II UTP Solo, Teguh Santosa; Wakil Rektor III UTP Solo, Danarti Karsono; dan para tamu undangan lain. Tresna mengatakan jumlah wisudawan sebanyak 253 mahasiswa yang terdiri atas Fakultas Teknik sebanyak 17 mahasiswa, Fakultas Pertanian sebanyak 17 mahasiswa, Fakultas Ekonomi sebanyak 26 mahasiswa, dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan (FKIP) sebanyak 193 mahasiswa.

“Setelah mahasiswa diwisuda Sabtu [23/2/2019], mereka sendiri yang menentukan akan menjadi wirausaha, karyawan, pegawai negeri sipil, politikus, atau lainnya. Pihak kampus sudah bekerja sama dengan beberapa mitra perusahan,” ungkap Tresna.

Wakil Rektor III UTP Solo, Danarti Karsono, mengatakan dari 253 wisudawan, sebanyak 24 wisudawan meraih predikat terpuji atau cumlaude dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,51 sampai 3,74. Sementara wisudawan termuda adalah Bima Yoga Pembayun, mahasiswi Program Studi Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) FKIP kelahiran Wonogiri pada 16 Juli 1997. Dia diwisuda pada usia 22 tahun.