Pikap Tabrak Motor di Jalan Solo-Semarang, 2 Orang Meninggal

Ilustrasi kecelakaan (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)
24 Februari 2019 15:55 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Dua orang meninggal dunia dalam kecelakaan yang melibatkan mobil pikap dengan dua sepeda motor di Jalan Solo-Semarang wilayah Ngangkruk, Desa Ngaru-Aru, Kecamatan Banyudono, Boyolali, Sabtu (23/2/2019).

Berdasarkan informasi dari Satlantas Polres Boyolali, dalam kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB ini, pikap Mitsubishi berpelat nomor AD 1806 XZ yang dikemudikan Dadi, 31, warga Sragen, melaju dari arah barat ke timur atau dari arah Semarang menuju arah Solo.

Sesampai di lokasi, sopir hendak mendahului kendaraan lain dari sisi kanan. Namun kemudian mobil mengalami selip dan oleng ke kanan hingga menabrak median jalan. Tak berhenti di situ, mobil terus nyelonong hingga menyeberang ke jalur berlawanan.

Pada saat bersamaan, melintas dua sepeda motor yang melaju dari arah berlawanan atau barat ke timur (arah Solo menuju Semarang). Dua kendaraan itu adalah Honda berpelat nomor AD 5966 ATD yang dikendarai Riska Prasetya Dewi, 21, warga Kragilan, Kecamatan Mojosongo, Boyolali, yang memboncengkan Aivitda Nur Harsani, 12, dengan alamat sama, serta Honda AD 5833 AHD yang dikendarai Eko Abriyanti, 35 warga Desa Bendan, Banyudono.

Jarak yang terlalu dekat antara pikap dengan dua sepeda motor itu menyebabkan tabrakan tidak terelakkan. “Semula mobil pikap berjalan dari arah barat ke timur mendahului kendaraan tak dikenal dari sebelah kiri. Lalu pikap selip oleng ke kanan melompati median jalan, masuk ke jalur lawan arah kemudian menabrak dua sepeda motor,” ujar Kanit Lakalantas Ipda Utomo, Sabtu malam.

Akibat tabrakan itu, pengendara sepeda motor dan sopir pikap mengalami luka-luka dan segera dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Pandan Arang (RSUDPA) Boyolali. Kasatlantas Polres Boyolali AKP Febriyani Aer mengatakan Riska Prasetya Dewi dan Eko Abriyati mengalami luka berat dan meninggal dunia.

“Yang luka berat akhirnya meninggal dunia di rumah sakit,” ujarnya, Minggu (23/2/2019).

Dia mengatakan dugaan sementara penyebab kecelakaan adalah human error dari mobil pikap. Dia akan melakukan penyelidikan lebih lanjut dan memeriksa sopir pikap.

“Dugaan sementara human error dari pikap. Nanti sopir kami periksa,” imbuhnya.

Peristiwa kecelakaan ini mirip dengan kecelakaan di pertigaan Wika Mojosongo, Boyolali, beberapa waktu lalu, saat bus melanggar median jalan dan menabrak Isuzu Panther yang melaju dari arah berlawanan hingga merenggut tujuh korban jiwa.

Kasatlantas mengimbau masyarakat selalu berhati-hati dan waspada. “Masyarakat harus selalu tertib berlalu lintas. Selalu hati-hati dan waspada karena kecelakaan lalu lintas selalu berawal dari pelanggaran dalam berkendara,” imbaunya.