Asyik, Skybridge Tirtonadi-Balapan Buka 24 Jam

Petugas membersihkan lantai skybride di Gilingan, Banjarsari, Solo, Jumat (18/1 - 2019). Jembatan penghubung antar moda Stasiun Solo Balapan ke Terminal Tirtonadi Solo yang mulai dioperasikan sejak 2017 tersebut diusulkan untuk dibuka selama 24 jam. (Solopos/Nicolous Irawan)
25 Februari 2019 10:00 WIB Ichsan Kholif Rahman Solo Share :

Solopos.com, SOLO—Skybridge yang menghubungkan Stasiun Balapan dan Terminal Tirtonadi segera dibuka untuk masyarakat umum secara gratis. Rencanannya, penghubung dua moda transportasi itu dibuka selama 24 jam dengan pengamanan ekstra dari terminal dan stasiun.

Koordinator Terminal Tipe A Tirtonadi, Joko Sutriyanto, mengatakan telah sepakat untuk membuka skybridge selama 24 jam. Menurut dia, rencana pembukaan skybridge selama 24 jam merupakan rencana yang telah lama, namun dikarenakan berbagai pertimbangan rencana itu ditunda.

“Kami telah sepakat akan dibuka 24 jam untuk pelayanan akses ke stasiun, terminal, dan jalan umum. Saya paling mendesak untuk dibuka 24 jam, terminal kan beroperasional selama 24 jam,” ujar dia saat dihubungi Solopos.com, Jumat (22/2/2019).

Ia menambahkan Terminal Tirtonadi sangat siap dalam mengamankan skybridge dalam 24 jam. Petugas patroli rutin yang direncanakan menggunakan sepeda maupun di pos tertentu siap mengamankan skybridge sepanjang 470 meter itu. Menurut dia, dalam sehari terminal mencatat 100 orang melintasi skybridge itu, pada Januari tercatat 7.000 orang melintas. Ia meyakini apabila skybridge dibuka 24 jam jumlah pelintas akan semakin banyak. Hal itu juga menjadi suatu hal yang positif dalam mengurangi jumlah kepadatan lalu lintas. Kereta di atas pukul 18.30 WIB juga cukup banyak, sehingga keamanan dan kenyamanan para penumpang harus diprioritaskan.

Manajer Humas PT. KAI Daop VI, Eko Budiyanto, mengatakan saat ini tengah dibangun sarana untuk memisahkan pintu masuk bagi masyarakat umum dengan penumpang kereta api. Sementara itu, rencana pembukaan 24 jam harus dikoordinasikan dengan terminal menyangkut penanganan keamanan. Intensitas penggunannya harus diperhatikan dengan detail dan teknis pelaksanaannya harus jelas. Hal itu supaya skybridge efektif dan bermanfaat.

Ia menambahkan pemisahan jalur itu untuk menjaga masyarakat umum tidak memasuki zona satu kawasan stasiun.

Kepala Stasiun Balapan, Suharyanto, mengatakan saat ini sedang penyelesaian pembangunan pagar pembatas untuk masyarakat umum dan penumpang kereta api. Ia memperkirakan dalam tiga hari ke depan skybridge untuk umum dan 24 jam telah dapat dioperasionalkan. Pagar besi akan membatasi antara penumpang dan masyarakat umum yang memanfaatkan skybridge.

“Dibuka untuk umum menunggu selesai dibangunnya pagar pembatas itu. Tergantung pagarnya selesai kapan untuk dibuka selama 24 jam. Stasiun itu harus steril dari orang yang tidak punya tiket, masyarakat umum masuk dan keluar melalui zona tiga, dari parkiran sebelah timur,” ujar dia.

Terkait faktor keamanan ia mengaku akan bersinergi dengan Terminal Tirtonad dengan menyiagakan petugas keamanan.

Salah satu pelintas skybridge, Elita Octavia, warga Jogja, mengatakan menyambut baik apabila skybridge dibuka untuk umum dan 24 jam. Ia meminta fasilitas skybridge juga diperhatikan seperti trolly untuk membawa barang bawaan yang jumlahnya masih sangat sedikit. Ia yang hendak menuju ke Purwodadi menaiki bus pun merasa kesulitan ketika membawa barang bawaan yang banyak tanpa menggunakan trolly. Selain itu, kamera closed circuit television (CCTV) harus segera dipasang di setiap sudut skybridge.