Unik, Cara Bawaslu Solo Ajak Masyarakat Melek Pemilu

Warga menggunakan egrang membawa spanduk saat longmarch Sosialisasi Kawal Pemilu 2019 melintasi area car free day (CFD), Jl. Slamet Riyadi, Solo, Minggu (24/2 - 2019).(Solopos/Nicolous Irawan)
25 Februari 2019 04:30 WIB Ratih Kartika Solo Share :

Solopos.com, SOLO-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Solo mengajak masyarakat berpartisipasi mengawal demokrasi pemilihan legislatif dan pemilihan presiden (pilpres) 2019. Hal tersebut dilakukan agar Pemilu 2019 berjalan lancar tanpa adanya pelanggaran atau kecurangan.

Ketua Bawaslu Kota Solo, Budi Wahyono, mengatakan semua warga Solo harus berpartisipasi mengawal proses demokrasi di Pilpres maupun Pemilu Legislatif 2019 agar berjalan bermartabat, bersih, tanpa adanya pelanggaran atau kecurangan. Pada sosialisasi yang dilakukan Bawaslu di arena car free day (CFD) Jl. Slamet Riyadi dilakukan parade manusia egrang setinggi 3 meter dari Simpang Empat Gendengan sampai depan Bank BRI Sriwedari dengan spanduk ajakan membawa pesan-pesan agar bisa menarik pengunjung CFD.

"Mendorong masyarakat berpartisipasi aktif untuk kemudian memgawal pemilu berjalan bersih dan bermartabat," ujar Budi saat ditemui Espos di depan Bank BRI Sriwedari, Minggu (24/2/2019).

Kegiatan tersebut dilakukan agar masyarakat sadar. Sehingga tidak gampang menyukai, membagikan konten-konten yang belum tentu valid dan harus diuji kebenarannya. "Pekan depan kami juga akan melakukan kegiatan seperti ini di arena CFD juga dalam rangka menarik warga Solo berperan aktif mengawal proses Pemilu," kata Budi.

Budi juga mengatakan sebuah papan mengenai waktu hitung mundur Pemilu 2019 berukuran sekitar 50 cm juga dipasang agar mengingatkan warga Solo bahwa pemilu semakin dekat dari hari ke hari. Sehingga masyarakat sudah mempunyai pilihan atas dasar rasionalitas, atas dasar program, atas dasar rekam jejak yang baik dari caleg maupun capres dan cawapres."Mungkin setiap CFD kami juga akan rutin memasang pesan-pesan Pemilu 2019," ujar Budi.

Koordinator Divisi Hukum Data dan Informasi Bawaslu Kota Solo Agus Sulistyo mengatakan kegiatan tersebut juga sebagai upaya membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya Pemilu yang bersih, dan bermartabat. Kegiatan tersebut harus berisi pesan-pesan moral agar pemilu dapat menjadi sebuah kegiatan yang menyenangkan, sekaligus sesuatu yang perlu.

"Agar Bawaslu bisa membangun sinergi dengan masyarakat. Oleh karena itu diharapkan akan tumbuh pengawas-pengawas partisipatif yang nanti peduli dengan kota yang demokrasi, partisipatif, dan terintegritas," jelas Agus, Minggu.