Ratusan Personel BPBD dan Sukarelawan Bencana Bersihkan Kali Pepe Solo

Gabungan Tim SAR Soloraya membersihkan sampah yang tersangkut di tiang penyangga Jembatan Kaca Bendung Karet Tirtonadi, Solo, Minggu (24/2 - 2019). (Solopos/Nicolous Irawan)
25 Februari 2019 01:30 WIB Kurniawan Solo Share :

Solopos.com, SOLO-Ratusan personel BPBD Kta Solo dan anggota komunitas sukarelawan tanggap bencana se Soloraya melakukan aksi bersih-bersih Bendung Kali Pepe, Banjarsari, Solo, Minggu (24/2/2019). Mereka dibantu tim dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Satpol Pamong Praja (PP), dan Dinas Pemadam Kebakaran Solo. Aksi para sukarelawan tanggap bencana dan personel BPBD menjadi perhatian pengunjung Taman Tirtonadi.

Apalagi Minggu merupakan hari favorit bagi masyarakat untuk berkunjung ke taman yang belum lama ini diresmikan itu. Pengunjung semakin terhibur dengan adanya peserta yang menggunakan kostum karakter film animasi Naruto.

“Saya memang senang dengan film Naruto. Dalam setiap aksi seperti ini saya mamakai kostum ini. Sesuai dengan karakter Naruto yang suka nolong orang, masuk ke medan berbahaya,” ujar David Widiyatmojo, 27, anggota Sibad PMI Solo.

Pemuda asal Kelurahan Sewu, Jebres tersebut berharap aksinya bersih-bersih sungai dengan mengenakan kostum karakter Naruto juga menginspirasi anak-anak zaman now di Solo agar cinta lingkungan dan gemar menolong sesama.

Penuturan senada disampaikan Kasi Kesiapsiagaan dan Pencegahan Bencana BPBD Solo, Sumarno, saat diwawancara Solopos.com. Menurut dia aksi bersih-bersih Bendung Kali Pepe sejatinya sebagai perangsang agar warga peduli lingkungan.

Salah satunya dengan menjaga sungai dari berbagai jenis sampah yang dapat memicu terjadinya bencana banjir. “Tujuan kegiatan ini membersihkan Kali Pepe dan menyadarkan masyarakat pentingnya kebersihan kalu,” tutur dia.

Sumarno menjelaskan aksi bersih-bersih sungai diikuti perwakilan dari sekitar 25 komunitas sukarelawan tanggap bencana di Soloraya seperti Anak Gunung Lawu (AGL) dan HNC Boyolali. BPBD mengerahkan empat perahu fibernya.

Selain itu ada sekitar tiga perahu dari komunitas sukarelawan tanggap bencana. “Menggunakan perahu-perahu fiber tim bergerak menyisir area bendungan lalu menyingkirkan sampah yang ditemukan, ke tepi sungai,” imbuh dia.

Sebagian tim menyisir area di bendungan untuk menyingkirkan barongan bambu dan batang-batang kayu yang tersangkut. “Sebagian besar sampai plastik dan batang kayu yang kami temukan. Diduga sengaja dibuang ke sungai,” sesai Sumarno.

Dia mengaku kerap menyusuri sungai untuk melihat kondisi daerah aliran sungai (DAS) dan perilaku masyarakat di sekitarnya. Beberapa kali saat melakukan aksi susur sungai sendirian Sumarno mendapati orang buang sampah ke sungai.

“Biasanya sampah itu dibungkus plastik kresek lalu dilemparkan ke sungai lewat jembatan atau bibir sungai yang dekat jalan. Batang-batang kayu yang ditemukan kemungkinan juga sengaja dibuang untuk cari praktisnya,” tambah dia.