Warga Keluhkan Bau Busuk dari TPS Liar di Jalur Nogosari-Mangu Boyolali

Warga melintas di Jembatan Mirigandu, di jalur Nogosari-Mangu Desa Keyongan, Nogosari, Boyolali. Kawasan jembatan Mirigandu menjadi TPS liar. (Solopos - Nadia Lutfiana Mawarni)
25 Februari 2019 01:00 WIB Nadia Lutfiana Mawarni Boyolali Share :

Solopos.com, NOGOSARI—Bau busuk yang makin menyeruak dari tempat pembuangan sampah (TPS) liar di Jl. Nogosari-Mangu Boyolali mulai menjadi keluhan sejumlah pengguna jalan.

TPS tersebut tepatnya berada di sisi selatan Jembatan Mirigandu, Desa Keyongan, Nogosari, Boyolali. Pantauan Solopos.com, Minggu (24/2/2019), tumpukan sampah basah tersebar di sekitar jembatan. Sampah-sampah itu dibungkus dengan plastik.

Sebagian merupakan sisa makanan sementara sebagian yang lain sudah dibakar. Bau semakin menyengat seperti bangkai saat hujan turun. Aktivitas membuang sampah sembarangan terus berlangsung meski papan larangan telah dipasang di dekat kawasan tersebut.

Seorang pengguna jalan, Rina Wati, mengaku dirinya kerap melewati jalan tersebut. “Sekarang baunya seperti bangkai, padahal dulu tidak semenyengat ini,” tutur dia.

Hal senada juga disampaikan Badriyatun, warga Nogosari. Kawasan Nogosari-Mangu memang kerap menjadi TPS liar bagi sejumlah warga. “Tapi dulu tidak sebau ini,” imbuh dia.

Sementara itu, Kepala Desa Keyongan, Bambang, menyebut masalah sampah di Jl. Nogosari-Mangu atau di selatan Jembatan Mirigandu bisa disebabkan oleh warga luar Desa Keyongan. “Di sana kan jalur utama dari Ngemplak ke Nogosari, juga Simo dan kawasan lain,” imbuh dia.

Meski demikian, dirinya mengaku jika sampah masih menjadi masalah yang belum tertangani. Hingga saat ini, desa belum memiliki tempat pengelolaan sampah sehingga sampah rumah tangga biasa dibuang di pekarangan warga atau dibakar.