Mata Najwa On Stage Boyolali, Ganjar Beri Tutorial Menyemir, Sutopo Berbagi Kisah Asmara

Najwa Shihab bersama empat narasumber bercerita tentang masa kecil mereka dalam acara talkshow Mata Najwa On Stage, di Alun-Alun Boyolali, Sabtu (23/2/2019). (Solopos - Akhmad Ludiyanto)
25 Februari 2019 08:00 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI—Seperti yang sudah dijanjikan, Najwa Shihab mengupas tuntas cerita masa kecil empat orang tokoh dalam Mata Najwa On Stage di Alun-Alun Boyolali, Sabtu (23/2/2019) malam.

Ke empat tokoh itu adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, desainer Anne Avantie, Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, dan CEO Bahaso Tyovan Ari Widagdo.

Salah satu yang menarik pada acara bertema Cerita Anak Kampung itu adalah kisah Ganjar yang punya kebiasaan menyemir sepatu ayahnya yang seorang anggota polisi.

“Masa kecil saya di salah satu desa di lereng Gunung Lawu. Ayah saya seorang polisi pangkat rendah sehingga kami hidup pas-pasan. Tapi bukan berarti tidak disiplin. Setiap pagi saya dan saudara-saudara saya punya tugas masing-masing. Saya kebagian menyemir sepatu bapak, saudara saya membersihkan badge,” ujarnya.

Kebiasaan menyemir ini sangat membekas dan sampai saat ini dia masih hafal urut-urutan menyemir sepatu yang benar. Ganjar pun memanfaatkan acara talkshow produksi Trans7 ini untuk menunjukkan “keahliannya” itu dengan memberikan tutorial menyemir.

Dalam tutorial yang langsung dipraktikkan di panggung ini, dia tidak menyemir sendiri. Dia meminta seorang penonton untuk memeragakan cara menyemir sepatu atas arahan Ganjar.

“Kamu yang menyemir, kalau salah, nanti saya benerin. Ini sekalian saya bikin vlog hlo,” ujar Ganjar kepada penonton bernama Putra, seorang mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo tersebut.

Setelah Ganjar, Najwa pun mengulik masa kecil Sutopo. Tokoh di bidang penanggulangan kebencanaan asal Pulisen Boyolali ini sering muncul di televisi saat terjadi bencana alam. Pada masa kecilnya terungkap bahwa dia sering ditolak cintanya oleh teman-teman yang disukainya.

"Dulu enggak ada [cewek] yang mau sama saya. Saya selalu ditolak. Padahal rambut saya masih ada hlo," ujarnya disambut tawa penonton.

Sedangkan Tyovan, pemuda asal Wonosobo ini pada waktu duduk di bangku SMA pernah mereset bill di warnet agar dia bisa bayar murah meskipun memakai internet dalam jangka waktu lama.

Catatan Najwa

Anne Avantie, desainer kondang dengan karya yang mendunia ini rupanya pernah menjadi penjaga kios kosmetik di sebuah pasar malam di Solo, saat masih kecil dulu. Dia bahkan sering di-bully atas pekerjaannya itu.

Mata Najwa on Stage ditonton sekitar 7.000 orang yang setia mengikuti rangkaian acara dengan duduk lesehan sejak pukul 19.30 WIB hingga sekitar 22.00 WIB. Seperti biasa, Najwa Shihab selalu menutup perbincangannya dengan para narasumber Mata Najwa dengan catatan Najwa. Berikut kutipannya yang menjadi pesan dari tema talk show, Cerita Anak Kampung.

“Tuhan menciptakan desa-desa, manusia yang membangun kota-kota. Kita pada dasarnya anak desa yang merantau, yang pergi ke tanah impian yang tak terjangkau. Asal usul selalu dipanggul ke mana-mana, ibarat cangkang di punggung kura-kura yang tahu kapan saatnya kembali ke kampung halaman karena kacang tak boleh lupa pada lanjaran.”

“Menjadi anak kampung yang memandang seluas cakrawala, si udik yang tak sungkan untuk menjangkau ujung dunia. Mampu bangkit dari kegagalan yang tak terkira, meniti pencapaian yang nisacaya akan tiba. kita semua anak-anak dari masa silam yang sedang bergerak menuju yang menjelang, yang merentangkan batas-batas sejauh mungkin karena kita anak panah yang dilesatkan angin,” kata Najwa.