Pembukaan Skybridge Tirtonadi-Balapan Solo untuk Umum Ditunda

Warga melintasi skybride yang menghubungkan Stasiun Solo Balapan-Terminal Tirtonadi di Gilingan, Banjarsari, Solo, Jumat (18/1 - 2019). (Solopos/Nicolous Irawan)
26 Februari 2019 05:05 WIB Ichsan Kholif Rahman Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Pembukaan skybridge yang menghubungkan Terminal Tirtonadi Solo dengan Stasiun Solo Balapan untuk masyarakat umum dipastikan mundur dari rencana sebelumnya pada Senin (25/2/2019).

Ha itu lantaran pagar pembatas antara masyarakat umum dan penumpang kereta api di Stasiun Balapan belum tuntas pembangunannya. Namun, diperkirakan dalam pekan ini seluruh persiapan teknis dan fisik telah selesai dilaksanakan.

Koordinator Terminal Tipe A Tirtonadi, Joko Sutriyanto, saat ditemui solopos.com di ruang kerjanya, Senin (25/2/2019), mengatakan pembukaan skybridge menunggu kesiapan seratus persen dari Stasiun Balapan. Diperkirakan pada Kamis (28/2/2019) skybridge telah siap dibuka untuk umum selama 24 jam.

Skybridge sebagai pelayanan masyarakat antar moda kami telah koordinasikan dengan pihak Stasiun Balapan. Kamis akan ada rapat tingkat balai yakni Balai Perkeretapian, Balai Pengelola Transportasi Darat, pihak terminal dan stasiun. Kami inginnya juga segera, kami menunggu dulu dua atau tiga hari sampai Stasiun Balapan benar-benar siap. Setelah koordinasi bisa langsung dibuka untuk umum dan 24 jam,” ujarnya.

Ia menambahkan saat ini sedang menyiapkan persiapan pengamanan yang rencananya akan dilengkapi dengan kamera pengawas dan petugas pengamanan yang berpatroli rutin setiap 15 menit sekali. Selain itu, penambahan trolly yang saat ini hanya empat buah itu akan ditambah setidaknya sepuluh trolly pengangkut barang bawaan penumpang.

Ia mengaku dalam setiap hari lebih dari seratus orang yang melintas di skybride sepanjang 470 meter itu. Ia memprakirakan jumlah itu akan naik hingga lebih dari seratus persen saat libur Lebaran nanti.

Kepala Stasiun Balapan, Suharyanto, mengatakan saat ini belum dibukanya skybridge dikarenakan pagar pembatas antara penumpang kereta api dan masyarakat umum belum seratus persen siap.

“Rencana tiga hari ke depan baru selesai pembuatan pagar pembatas, semoga seblum tiga hari sudah dapat dibuka. Tapi setelah koordinasi dengan unit bangunan Stasiun Balapan infonya tiga hari lagi baru dapat digunakan untuk masyarakat umum,” ujar Suharyanto.