Petani di Wilayah Aliran Sungai Langsur Sukoharjo Ketir-Ketir, Ini Alasannya

Ilustrasi petani menanam bibit (JIBI/Madiunpos.com - Abdul Jalil)
26 Februari 2019 04:00 WIB Indah Septiyaning Wardhani Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO-- Petani di wilayah aliran Sungai Langsur, Sukoharjo, mulai ketir-ketir dengan tingginya intensitas hujan yang mengguyur Kabupaten Sukoharjo dalam sepekan ini.  Mereka khawatir lahan pertanian yang baru memasuki musim tanam tahun ini terendam air akibat meluapnya Sungai Langsur.

Petani Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Sukoharjo, Wiyoto Wiyono, mengaku resah dan mewaspadai luapan Sungai Langsur. Hal ini lantaran luapan sungai bisa merusak tanaman padi yang baru berusia satu bulan. Guna menanggulangi masalah tersebut petani meminta kepada pemerintah pusat segera merealisasikan normalisasi Sungai Langsur.

"Hujan selama beberapa hari kemarin sudah merendam tanaman padi. Tapi masih aman belum merusak tanaman padi," katanya ketika berbincang dengan Solopos, Jumat (22/2/2019).

Petani semakin resah dengan curah hujan tinggi yang diperkirakan masih akan terus mengguyur wilayah Sukoharjo hingga April nanti. Para petani resah banjir akan merusak tanaman padi dan apabila terjadi terpaksa harus mengeluarkan biaya ekstra untuk melakukan penanaman bibit padi ulang.

Dia mengatakan kerusakan tanaman padi selalu terjadi setiap kali musim hujan akibat luapan Sungai Langsur. Kondisi tersebut membuat petani meminta kepada pemerintah pusat untuk segera merealisasikan normalisasi Sungai Langsur. Sebab rencana normalisasi Sungai Langsur hingga kini belum terlaksana.

"Tiap tahun saat musim hujan selalu terjadi banjir akibat luapan Kali Langsur dan meresahkan petani karena merusak tanaman padi," ujarnya.

Petani lainnya, Bardi, mengatakan terus memantau kondisi tanaman padi miliknya, terutama saat musim penghujan. Dia bersama petani lainnya berharap tidak terjadi banjir sehingga tanaman padi tetap tumbuh hingga musim panen nanti.

"Kondisi debit air Sungai Langsur tinggi setiap musim hujan datang. Kalau sungai ini meluap butuh waktu cukup lama air surut. Diperkirakan butuh waktu dua sampai tiga hari agar sawah bisa normal kembali," katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Netty Harjianti mengatakan, banjir di wilayah Kelurahan / Kecamatan Sukoharjo akibat luapan Sungai Langsur sering terjadi setiap tahun saat musim penghujan. Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo hanya fokus pada penanganan tanaman padi petani saja. Sedangkan tuntutan petani terhadap normalisasi Sungai Langsur sepenuhnya diserahkan ke pihak terkait.

"Saat ini terus kami pantau kondisinya dan mudah mudahan tidak banjir. Petugas juga memantau kondisi tanaman padi petani dan mudah mudahan tidak ada kerusakan," ujarnya.