Pemkab Sragen Anggarkan Rp830 Juta Untuk Drainase Alun-Alun

Pemandangan salah satu sudut di Alun-Alun Sasana Langen Putro Sragen, Senin (25 - 2). Pemkab Sragen kembali menggulirkan dana senilai Rp830 juta untuk memperbaiki drainase di salah satu ruang publik kebanggaan Wong Sragen ini (Solopos/Moh. Khodiq Duhri)
26 Februari 2019 09:20 WIB Moh Khodiq Duhri Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN – Pemkab Sragen belum berhenti memoles Alun-Alun Sasana Langen Putro. Pada tahun ini, dana senilai Rp830 juta digelontorkan untuk merombak drainase di salah satu ruang publik kebanggaan Wong Sragen ini.

Sejak 2015 lalu, Pemkab Sragen mulai menunjukkan keseriusannya memoles Alun-Alun Sasana Langen Putro Sragen yang sebelumnya terkesan kumuh karena menjadi tempat berkumpulnya pedagang kaki lima (PKL).

Pada 2015, Pemkab Sragen mengalokasikan dana senilai Rp923 juta untuk membangun panggung terbuka yang dilengkapi dengan dua air mancur. Pada 2017, Pemkab Sragen melanjutkan proyek penataan alun-alun dengan menggulirkan dana senilai Rp972 juta untuk memasang paving block.

Pada 2018, Pemkab Sragen menggulirkan dana senilai Rp726 juta untuk membangun 10 replika gading purba, tempat duduk dan papan reklame.

“Pada 2019, kami fokus memperbaiki saluran drainase di alun-alun. Ini karena kalau terjadi hujan deras, terjadi genangan di sekitar alun-alun,” papar Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Sragen, Zubaidi, saat ditemui Solopos.com di kantornya, Senin (25/2/2019).

Zubaidi menjelaskan saluran drainase yang di kompleks Alun-Alun Sasana Langen Putro saat ini volumenya terlalu kecil. Bila hujan lebat mengguyur Kota Sragen, genangan biasa muncul kompleks alun-alun dan jalanan di sekitarnya.

“Saluran drainase saat ini berada di bawah trotoar. Nanti akan dibongkar. Drainase akan diperlebar. Bila hujan tiba, airnya nanti akan dibuang ke Sungai Mungkung yang bermuara ke Sungai Bengawan Solo melalui melalui sungai-sungai kecil di perkotaan,” ujar Zubaidi.

Dalam waktu dekat, proyek perbaikan drainase di Alun-Alun Sasana Langen Putro tersebut akan memasuki tahap lelang. Zubaidi berharap perbaikan drainase tersebut bisa dilakukan secepatnya supaya masalah genangan air yang biasa muncul di musim penghujan bisa terselesaikan.