Stadion Pringgodani Wonogiri Batal Direhab Tahun Ini

Warga beraktivitas di depan Stadion Pringgodani, Wonokarto, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, Senin (25/2/2019). (Solopos - Rudi Hartono)
26 Februari 2019 14:15 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri batal merehab Stadion Pringgodani, Wonokarto, tahun ini. Penyebabnya dana senilai Rp12 miliar yang rencananya dialokasikan untuk kegiatan tersebut belum dapat dianggarkan.

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, saat ditemui Solopos.com, Senin (25/2/2019), mengisyaratkan anggaran untuk merehab Stadion Pringgodani belum masuk dalam APBD 2019. Pada prinsipnya dia tak melupakan rencana merehab stadion kebanggaan warga Kota Sukses tersebut.

Namun, Bupati yang akrab disapa Jekek itu tak ingin rehab hanya setengah-setengah. Dia ingin merealisasikan program yang dapat langsung tuntas agar pemanfaatannya bisa optimal untuk kepentingan publik.

Oleh karena itu anggaran rehab stadion tahun lalu senilai lebih kurang Rp3 miliar tak direalisasikan. Bupati menilai anggaran tersebut sangat tanggung karena hanya bisa membangun tribune sepanjang 30 meter.

Saat itu dia merencanakan program rehab stadion secara menyeluruh dengan anggaran senilai Rp11 miliar-Rp12 miliar pada 2019. Terpisah, Sekretaris Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (DKOP) Wonogiri, Fredy Sasono, menginformasikan anggaran rehab Stadion Pringgodani tidak masuk APBD 2019.

Dia menceritakan sesuai arahan Bupati awalnya DKOP mengusulkan anggaran senilai Rp12 miliar dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS). Seiring berjalannya waktu usulan dicoret karena Pemkab membutuhkan anggaran besar untuk merealisasikan program prioritas terlebih dahulu.

Dia memperkirakan dana rehab dapat dianggarkan pada APBD 2020. “Kalau dianggarkan di APBD 2019 perubahan, kelihatannya realisasinya kurang memungkinkan. Waktunya terlalu mepet,” kata Fredy.

Dia menjelaskan apabila anggaran masuk APBD perubahan, kegiatan baru bisa direalisasikan tiga atau empat bulan sebelum tutup tahun. Padahal, berdasar penghitungan teknis proyek rehab stadion membutuhkan waktu setidaknya enam bulan.

Tempo itu untuk mengerjakan rehab secara menyeluruh, yakni bagian rumput lapangan, drainase lapangan, sekeliling lapangan, tribune sepanjang lebih kurang 96 meter yang dilengkapi ruang ganti, ruang wasit, gudang, toilet, kawasan parkir di luar stadion, dan sebagainya.

Stadion Pringgodani kerap digunakan untuk event besar, seperti upacara Hari Kemerdekaan, ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda), berbagai turnamen sepak bola, sebagai kandang Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia Wonogiri (Persiwi), dan sebagainya.

“Nanti stadion menjadi stadion standar. Rumput lapangan akan diganti jenis yang jauh lebih bagus. Anggaran yang dibutuhkan untuk rumput saja mencapai Rp2 miliar. Semua fasilitas, seperti ruang ganti dan wasit memadai. Kalau yang sekarang belum standar, karena ruang ganti dan wasit belum ada. Kapasitas tribune pun masih minim,” ucap Fredy.