Direnovasi, Kapasitas Penonton di Stadion Manahan Solo Turun

Foto udara aktivitas proyek revitalisasi Stadion Manahan, Solo, Selasa (15/1/2019). (Solopos - Burhan Aris Nugraha)
27 Februari 2019 07:05 WIB Ichsan Kholif Rahman Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Renovasi Stadion Manahan Solo mencapai progres 35 persen. Dalam inspeksi mendadak yang dilakukan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Solo, pengelola proyek mengklaim Stadion Manahan akan menjadi layaknya Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta.

Wakil Ketua Proyek Renovasi Stadion Manahan, Project Engineering Manager, PT Adhi Karya, Muntohar, saat dijumpai wartawan di Stadion Manahan Solo, Selasa (26/2/2019), mengatakan target awal pengerjaan selesai pada Bulan September namun ada beberapa finishing bangunan berkaitan dengan alat dan fasilitas yang belum selesai akan diselesaikan pada Bulan Desember 2019.

“Pengerjaan Stadion Manahan ada struktur baru yakni tambahan kolom untuk menahan atap dan bukan sebagai penambah kapasitas. Perbaikan rumput, lintasan atletik, drainase, dan seluruhnya akan full atap untuk kenyamanan penonton. Seluruh kursi nantinya akan ada penomoran,” ujarnya.

Ia menambahkan seluruh renovasi stadion akan menyesuaikan standar Internasional sehingga stadion ikon Kota Solo itu dapat menyelenggarakan pertandingan Internasional. Namun, terjadi penurunan kapasitas jumlah penonton yang sebelumnya sekitar 24.000 kini menjadi 20.003 penonton.

Kursi penonton terbagi 18.679 penonton reguler, 944 kursi untuk difabel, dan 380 kursi untuk VIP dan VVIP. Single seating berfungsi memberikan kenyamanan para penonton yang juga sebagai standar Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA).

Menurutnya, rumput menggunakan jenis zoysia japonica yang merupakan rekomendasi dari peneliti rumput. Rumput yang didatangkan dari Kota Tangerang itu dirasa sesuai dengan kondisi cuaca di Kota Solo. Dalam masa pemeliharaan sekitar enam bulan, ia memastikan Stadion Manahan dirasa mampu untuk melakukan pertandingan uji coba.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Solo, Paulus Haryoto, mengatakan sidak yang dilakukan oleh Komisi IV merupakan wujud pengawasan untuk melihat progress pembangunan Stadion Manahan. Ia berharap pada akhir Bulan September proses pembangunan telah usai dan pada Bulan Desember penataan-penataan lain dapat diselesaikan.

“Selama ini proses dan progress pembangunan sangat baik. Kami berharap terus pembangunan dapat berjalan baik untuk kegiatan olahraga bukan yang lain-lain,” ujar Paulus.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Solo, Asih Sunjoto Putra, mengatakan suatu hal yang cukup penting dalam renovasi Stadion Manahan adalah sistem drainase. Menurutnya, drainase air dari Stadion Manahan harus mengalir ke sistem drainase luar stadion atau Kota Solo.

“Saya sudah mengecek bahwa drainase telah terkoneksi dengan drainase luar stadion. Salah satu yang membuat menggenang itu air di luar dan di dalam stadion itu imbang. Semoga ke depan tidak ada genangan di kawasan ini,” ujarnya.

Ia berharap pada masa pemeliharaan stadion senilai Rp301 miliar itu dapat digunakan meskipun hanya pertandingan uji coba.