Belasan Anak Dengan HIV/AIDS Solo Akhirnya Bisa Kembali Sekolah

Ilustrasi HIV - AIDS. (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)
27 Februari 2019 19:15 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Delapan dari 14 anak dengan HIV/AIDS (ADHA) yang dikeluarkan dari sekolah sudah kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar sejak awal pekan ini. Tiga anak lainnya baru masuk sekolah pada Senin (4/3/2019) sementara sisanya masih sakit sehingga harus melalui proses penyembuhan terlebih dahulu.

Hal tersebut disampaikan Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, seusai bertemu Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, Rabu (27/2/2019) pagi, di Balai Kota Solo.

Retno mengatakan pertemuan dilakukan lantaran permasalahan ADHA itu sempat viral hingga sampai meja staf kepresidenan. “Kenapa harus ditindaklanjuti? Karena penolakan ADHA selalu terjadi. Seperti kejadian di Samosir, Sumatra Utara. Tapi, saya akui penanganan Pemkot Solo sangat baik karena sudah melakukan berbagai upaya pemenuhan hak anak,” kata dia kepada wartawan.

Retno enggan menyebut nama sekolah yang menerima belasan ADHA itu sebagai siswa. Hal tersebut untuk mengantisipasi penolakan serupa. Langkah tersebut juga untuk melindungi psikologis anak.

“Kondisi mereka baik dan tidak murung. Mentalnya tampak kuat. Sangat berbeda dengan ADHA yang kami temui di daerah lain, tertutup dan takut. Meski begitu, kehadiran sakti peksos [satuan bakti kesejahteraan sosial] tetap harus ada untuk memulihkan psikologis ADHA,” kata dia.

Ihwal akses layanan kesehatan, Retno juga mengapresiasi kebijakan Pemkot Solo memberi kemudahan, seperti membagikan kartu indonesia sehat (KIS). Kartu itu diberikan untuk seluruh anak, meski hanya dua ADHA yang asli Solo.

Lebih lanjut, ia meminta Dinas Kesehatan melakukan upaya preventif atas efek keras dari konsumsi harian obat antiretroviral (ARV). Obat itu diketahui memiliki dampak negatif pada ginjal dan pankreas.

KPAI kemudian menyerukan kepada pemerintah daerah lain untuk meniru upaya Pemkot dalam menangani ADHA, khususnya pemenuhan hak dasar. “Selain pendidikan dan kesehatan, Pemkot Solo juga membangunkan rumah singgah yang nyaman untuk tumbuh kembang anak-anak itu. Ada mainan perosotan, ada ayunan. Ke depan, kami akan menghibahkan mainan edukasi,” ucap Retno.

Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, mengaku sudah menyampaikan laporan penanganan ADHA kepada KPAI. “Beliau juga sudah kroscek di lapangan sendiri sehingga enggak perlu saya yang menjelaskan. Karena apapun yang saya sampaikan pasti dianggap membela diri. Yang jelas semua anak sudah mendapatkan jaminan pendidikan formal,” kata dia.