Rencana Pembangunan Alun-Alun Boyolali Diprotes, Perbaikan Jalan Lebih Penting

Proyek Alun/alun Lor Boyolali yang sudah dikerjakan tahun 2017/2018. Tahun ini Pemkab Boyolali akan membangun lagi empat alun/alun di wilayah pemekaran. (Dokumentasi)
27 Februari 2019 09:00 WIB Chelin Indra Sushmita Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali berencana membangun empat alun-alun baru. Dua alun-alun dibangun di Kecamatan Ampel, satu di Kecamatan Wonosegoro, dan satu di Kecamatan Musuk. Masing-masing direncanakan menelan anggaran Rp5 miliar. Jadi, total Pemkab Boyolali menganggarkan Rp20 miliar untuk membangun alun-alun tersebut.

Rencana pembangunan alun-alun baru di Boyolali, Jawa Tengah, mendapat beragam komentar dari warganet. Ada yang sepakat, namun tak sedikit yang menolak rencana tersebut. Netizen menilai perbaikan jalan lebih penting ketimbang alun-alun baru di Boyolali.

Tanggapan tersebut disampaikan melalui akun Instagram @jelajahsolo yang membagikan capture berita Solopos.com, Selasa (26/2/2019). "Alun-alun terus. Itu hlo pak jalannya diaspal. Di pelosok desa masih banyak yang rusak," imbuh @wahyu_s_n.

"Utamakan jalan dulu pak. Jalan terminal Tamansari, Musuk, rusak parah bertahun-tahun. Perbaikannya tinggal sedikit saja enggak dilanjutkan. Padahal, jalan sekitarnya sudah diperbaiki," imbuh @iin_jessica_diaz.

"Kecamatan Ngemplak apa kabar? Punya bandara, punya gardu tol, punya asrama haji, tapi enggak punya alun-alun. Mending dibangun alun-alun Ngemplak. Posisi kalau bisa di Desa Pandeyan, jadi dekat rumahkum hehehe. Jangan sampai Kecamatan Ngemplak maju sendiri menjadi pusat otonom Kabupaten Ngemplak loh," lanjut @aryo_dwip85 menimpali.

"Jalan Kalioso-Nogosari yang terlupakan," imbuh @cocoguswanto.

"Itu hlo pak, Pasar Mangu itu mbok segera direlokasi ke pasar yang baru. Tiap pagi mesti macet, jalan banyak jeglongan. Jangan hanya di kota saja yang dibangun terus," imbuh @naviiatuzz.

Rencana pembangunan alun-alun juga dibenarkan Camat Tamansari, Wurlaksono, kepada Solopos.com, Senin (25/2/2019) siang. Pembangunan alun-alun akan berlangsung satu paket bersamaan dengan pembangunan kantor pemerintahan terpadu. Satu kompleks kantor tersebut akan memiliki Kantor Kecamatan, Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek), Komando Rayon Militer (Koramil), pusat pendidikan, dan pusat kesehatan.

Isu pembangunan alun-alun di pusat kota kecamatan ini juga berembus di Kecamatan Wonosamodro. Sekretaris Camat Wonosamodro, Pujiyo, menuturkan kabar pembangunan alun-alun sempat berembus. Namun saat ini untuk pembangunan kompleks perkantoran terpadu belum dimulai.