Kera-Kera Lereng Merapi Bikin Jengkel Petani Boyolali

Petani di Desa Suroteleng, Kecamatan Selo, Boyolali, merawat tanaman di ladang mereka, Sabtu (23/2/2019). (Solopos - Akhmad Ludiyanto)
27 Februari 2019 09:15 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Serangan kera ke ladang di lereng Gunung Merapi wilayah Boyolali dirasa petani kian menjengkelkan. Kera-kera itu memakan tanaman apa saja yang ada di ladang saat tidak ada petani yang menjaga.

Yoyok Sutarman, 42, salah satu petani di Desa Suroteleng, Kecamatan Selo, Boyolali, mengatakan kera-kera jenis ekor panjang itu doyan hampir semua jenis tanaman warga seperti wortel, bawang merah, kol, kembang kol, dan sebagainya.

Biasanya kera-kera itu datang berkelompok sehingga dampak kerusakan tanaman di ladang sangat parah. “Kalau mereka datang tanaman pasti ludes dari buahnya, batangnya, hingga daunnya. Lahan tanaman yang dirusak juga kadang cukup luas bisa puluhan meter persegi,” ujar ujarnya saat berbincang dengan Solopos.com di ladangnya, Sabtu (23/2/2019).

Dia mengakui serangan kera ini memang bukan baru-baru ini terjadi, melainkan sudah sejak lama. Namun belakangan ini jumlah kera yang turun dirasakan semakin banyak sehingga dampak kerusakan di ladang semakin luas.

“Sejak dulu sudah begitu. Mereka sering turun ke ladang dan makan tanaman. Tapi sejak Desember 2018 semakin banyak yang turun. Kami tidak tahu apakah mereka turun akibat aktivitas Gunung Merapi yang meningkat akhir-akhir ini atau memang di lereng bagian atas kekurangan sumber makanan,” imbuhnya.

Petani lain di desa yang sama, Bero, 25, mengatakan hal senada dengan Yoyok. Menurutnya, kera-kera itu semakin banyak. Mereka berkelompok-kelompok dan jumlahnya banyak. Satu kelompok bisa sampai 50 ekor.

“Kalau ada kelompok satu yang makan di ladang ini, kelompok yang lain makan di ladang yang lain. Kalau sudah kena [lahan terserang] sekiranya tanaman masih bisa diganti ya diganti. Kalau tidak yang saya biarkan rusak,” kata dia.

Petani lain di Desa Sukabumi, Kecamatan Cepogo, Boyolali, Giyono, 35, mengatakan kera-kera tersebut tidak hanya menyerang ladang yang jauh dari perkampungan, namun juga yang dekat. “Di sini sebelahnya perkampungan warga. Tapi mereka tetap berani mendekat dan makan tanaman di ladang,” ujarnya.

Meski demikian, petani-petani tersebut tidak dapat berbuat banyak. Jika mereka mendapati kera-kera tersebut sedang berada di ladang, mereka hanya menghalau bintang itu agar menjauh.

Sedangkan untuk mengantisipasi kera-kera itu datang kembali, sebagian petani memasang jaring di sekeliling lahan. Ada juga sebagian petani yang menempatkan anjing di ladang untuk manakut-nakuti kera. Selain itu, petani datang secara bergantian ke ladang sehingga ladang tidak sepi yang dapat mengundang kera-kera datang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian (Distan) Boyolali Bambang Jiyanto mengatakan keberadaan kera-kera di lereng Gunung Merapi tersebut memang sudah sejak lama. Namun memang dirasakan kian banyak yang turun mendekat ke ladang warga.

“Itu kan sudah sejak lama di situ dan biasa memakan tanaman perkebunan warga. Ya namanya juga hewan kalau lapar pasti cari makan. Kebetulan yang dekat sumber makanan adalah ladang warga sehingga mereka makan tanaman di ladang itu. Tapi memang katanya makin banyak dan kewenangan pengendaliannya ada di BKSDA [Badan Konservasi Sumber Daya Alam],” ujarnya saat ditemui ditemui di Pendopo Alit Rumah Dinas Bupati, Jumat (22/2/2019).